Bahlil Lahadalia Dampingi Prabowo Subianto, Diplomasi Energi RI Tancap Gas di AS
Kamis, 19 Feb 2026, 06:20 WIBJAKARTA â Isu energi menjadi salah satu agenda strategis dalam hubungan IndonesiaâAmerika Serikat (AS) sehingga diperlukan pembahasan lebih konkret antara kedua pihak, , mulai dari investasi sektor hulu migas, transisi energi, hingga potensi kerja sama hilirisasi dan mineral kritis.
Di tengah persaingan global atas pasokan energi dan rantai pasok mineral strategis, pertemuan ini berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai mitra penting dalam agenda ketahanan energi dan transformasi industri kedua negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC, AS.
Pertemuan itu dalam rangka penguatan hubungan kedua negara serta penjajakan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk energi dan sumber daya mineral.
"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini menjadi bagian penting dari diplomasi energi Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong hilirisasi, serta membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi guna mendukung pertumbuhan industri dalam negeri," sebut siaran pers Kementerian ESDM, yang dikutip di Jakarta, Kamis (19/2).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sektor energi memegang peran sentral dalam memperkuat daya saing industri nasional dan menjaga stabilitas perekonomian, serta menjadi salah satu fokus dalam agenda pertemuan penting tersebut.
"Diplomasi yang akan dilakukan Bapak Presiden merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Di sektor energi, kami akan memastikan setiap peluang kerja sama dapat mendukung ketahanan energi dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Bahlil di Washington, AS, Selasa (17/2/2026) waktu setempat.
Dalam rangkaian agenda di Washington itu, Pemerintah Indonesia akan melakukan komunikasi strategis terkait penguatan kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral.
Pemerintah pun menegaskan bahwa seluruh bentuk kolaborasi yang dijajaki akan diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional serta mendukung ketahanan energi jangka panjang.
"Kami akan mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional," jelas Bahlil.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan.
"Ketahanan dan kemandirian energi adalah fondasi utama pembangunan. Karena itu, setiap langkah diplomasi energi ke depan harus memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan produktivitas nasional," tegas Menteri ESDM.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Luapan Kali Ciliwung Capai Tiga Meter, Sebanyak 38 RT di Jaktim Terendam pada Jumat Pagi
-
Polisi Bekuk Dua Pelaku Tawuran yang Jarah Warung di Rawasari
-
Cetak Hattrick dan Bantu Real Madrid Menang atas Real Betis, Gonzalo Garcia: “Saya Adalah Cadangan Murni Mbappe”
-
BMKG Memprakirakan Tinggi Gelombang di Perairan Sulut Mencapai 2,5 Meter
-
Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
-
Telkom Hadirkan Solusi e-KYC Berbasis AI untuk Tingkatkan Keamanan Layanan Pembayaran Digital
-
Kasus Narkoba, Onad Diperiksa Kesehatannya oleh Polisi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.