Pengamat Bongkar Alternatif Mudik: Pantura–Pansela Bisa Jadi Penyelamat Lebaran Tahun Ini

Rabu, 18 Feb 2026, 14:45 WIB

JAKARTA – Kalau jalur tol utama mulai padat dan bikin deg-degan, opsi melirik jalan arteri Pantai Utara Jawa (Pantura) dan Pantai Selatan Jawa (Pansela) sebenarnya cukup masuk akal sebagai alternatif mudik Lebaran tahun ini.

Secara fungsi, kedua koridor ini bukan sekadar jalur cadangan. Pantura sudah lama jadi tulang punggung mobilitas antarkota di pesisir utara Jawa, lengkap dengan jaringan kota industri dan sentra logistik.

Ket. Foto: Ilustrasi - Situasi arus lalu lintas di Jalan Pantura Timur Pati, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA/ Akhmad Nazaruddin Lathif

Sementara Pansela menawarkan rute yang lebih lengang dengan kualitas jalan yang kian membaik dalam beberapa tahun terakhir—plus bonus pemandangan laut yang bikin perjalanan terasa lebih santai.

Dari sisi strategi lalu lintas, pemanfaatan Pantura dan Pansela bisa membantu memecah kepadatan yang biasanya menumpuk di jalur tol Trans-Jawa.

Distribusi arus kendaraan jadi lebih merata, waktu tempuh bisa lebih terprediksi, dan risiko kemacetan ekstrem pun berkurang.

Apalagi buat pemudik yang tidak terpaku harus ngebut, jalur arteri ini memberi fleksibilitas lebih—banyak titik istirahat, akses ke pusat kuliner lokal, sampai SPBU yang relatif mudah dijangkau.

Intinya, mudik tak selalu harus lewat jalur tercepat di peta. Dengan perencanaan waktu yang pas, Pantura dan Pansela bisa jadi pilihan realistis: lebih adem, lebih variatif, dan tetap efektif sampai kampung halaman.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengungkapkan jalan arteri Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jawa dapat menjadi alternatif jalur mudik untuk Lebaran tahun ini.

"Meski jalan tol jadi pilihan utama, kepadatan ekstrem saat Lebaran sering kali tak terhindarkan. Pemudik sebenarnya punya alternatif menarik yakni Jalur Pantura yang legendaris atau Jalur Pansela yang indah," ujar Djoko saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/2).

Pada momen tertentu, lanjutnya, jalur arteri ini justru menawarkan durasi perjalanan yang lebih terukur dan bebas dari jebakan macet panjang di tol.

Kendati demikian, Djoko menyarankan perlunya kesiapan untuk mudik Lebaran tahun 2026 di jalur arteri tersebut seperti penanganan pasar tumpah yang masih menjadi gangguan kelancaran lalu lintas.

Kemudian pentingnya perbaikan dan peningkatan sejumlah fasilitas dasar (prasarana) seperti penerangan jalan umum agar jalan-jalan arteri di jalur Pantura tidak gelap saat dilalui pemudik.

"Penerangan jalan umumnya harus ada. Bukan hanya jalan nasional, sampai jalan kabupaten/kota juga harus ada," kata Djoko.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memperkuat pengawasan pada titik rawan arus mudik Lebaran 2026 guna meningkatkan keselamatan perjalanan serta kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Menhub menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan pada sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan maupun gangguan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Menhub menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, prakiraan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Meskipun terjadi penurunan dibandingkan survei tahun sebelumnya, Menhub mengingatkan bahwa angka realisasi pergerakan berpotensi lebih tinggi.

Ia menyebutkan realisasi berbasis Mobile Positioning Data (MPD) pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang. Artinya, potensi pergerakan realisasi 2026 berpeluang lebih tinggi dari angka survei.

Menhub juga menyampaikan dominasi penggunaan mobil pribadi dalam perjalanan mudik Lebaran menjadi perhatian utama, mengingat sekitar 53 persen masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi.

Selain itu, mayoritas pengguna mobil pribadi memilih jalur tol, terutama koridor Jakarta-Cikampek, yang selama ini menjadi titik kritis kepadatan setiap Lebaran.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.