Liga Champions: Galatasaray vs Juventus, Duel Tradisi, Ujian Ambisi di Panggung Eropa
Selasa, 17 Feb 2026, 07:00 WIBISTANBUL â Dua kekuatan tradisional sepak bola Eropa, Galatasaray dan Juventus, membuka pertarungan menuju babak 16 besar Liga Champions saat bentrok dalam laga leg pertama play-off di Istanbul, Rabu (18/2) dini hari WIB.
Bagi Galatasaray, ini adalah momen bersejarah. Klub raksasa Turki itu kembali menjejak fase gugur Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 12 tahun. Sebaliknya, Juventus datang dengan catatan kurang meyakinkan: lima kali beruntun tersingkir di fase eliminasi.
Dengan keunggulan dua poin jelang matchday terakhir fase liga, Galatasaray sebenarnya masih bisa menerima kekalahan 0-2 dari Manchester City bulan lalu. Meski hasil tersebut memperpanjang rentetan tanpa kemenangan menjadi empat laga di Liga Champions, dan hanya tiga kemenangan dari 14 laga Eropa, mereka tetap lolos di peringkat ke-20 klasemen.
Sejak saat itu, performa tim asuhan Okan Buruk melonjak drastis. Empat kemenangan beruntun di semua ajang diraih dengan torehan 15 gol. Sang kapten, Mauro Icardi, tampil tajam lewat lima gol, termasuk hat-trick saat membantai Eyupspor 5-1 pada hari Jumat lalu.
Tiga poin di puncak Super Lig membuat Galatasaray berada di jalur mempertahankan gelar domestik. Namun Buruk tentu ingin lebih dari sekadar dominasi lokal. Sebagai bagian dari skuad legendaris yang menjuarai Piala UEFA 2000 dan menaklukkan Real Madrid di Piala Super Eropa, ia kini membidik prestasi baru sebagai pelatih.
Laga ini menjadi pertandingan ke-200 Galatasaray di Piala/Liga Champions Eropa dan dimainkan di kandang, tempat mereka hanya sekali kalah dalam 11 laga kontinental terakhir. Bahkan, dalam 18 pertandingan Eropa terakhir, mereka hanya sekali gagal mencetak gol.
Menariknya, ini adalah pertemuan ketujuh dengan Juventus di Liga Champions. Dari enam duel sebelumnya di fase grup, Gala memenangi pertemuan terakhir 1-0 pada Desember 2013.
Juventus punya rekor tandang kurang meyakinkan di Istanbul. Mereka gagal menang dalam tiga lawatan sebelumnya ke markas Galatasaray. Lebih luas lagi, klub asal Turin itu kalah dalam lima fase gugur beruntun sejak menyingkirkan Atletico Madrid pada tahun 2019.
Musim ini, Si Nyonya Tua mengakhiri fase liga dengan hasil imbang 0-0 di Monaco dan mengoleksi 13 poin, finis di posisi ke-13, tujuh tingkat di atas Galatasaray. Itu memastikan mereka lolos ke fase gugur untuk ke-10 kalinya dalam 12 musim terakhir.
Pelatih Luciano Spalletti membawa pengalaman Eropa yang solid. Dalam 16 laga terakhirnya di Liga Champions bersama Inter Milan, Napoli, dan kini Juventus, ia mencatat 10 kemenangan dan hanya dua kekalahan.
Sejak kedatangannya pada November, Juventus tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua ajang, dengan tiga clean sheet beruntun. Namun performa tandang tetap menjadi titik rawan. Di fase liga, mereka hanya meraih lima poin dari empat laga tandang, dan sejak pertengahan bulan lalu sudah kalah di Cagliari, Bergamo, dan Milan.
Akhir pekan lalu, Juventus juga menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Inter dalam Derby dâItalia di San Siro. Meski sempat bangkit setelah bermain dengan 10 orang, mereka tetap pulang tanpa poin, pukulan bagi ambisi finis empat besar Serie A.
Duel Lini Depan
Sorotan utama tertuju pada keputusan Okan Buruk di lini depan. Duet produktif Mauro Icardi dan Victor Osimhen tengah berada dalam performa terbaik. Icardi sedang âon fireâ, sementara Osimhen hanya membutuhkan dua gol lagi untuk menyamai rekor gol terbanyak Galatasaray dalam satu musim Liga Champions.
Namun Buruk bisa memilih pendekatan lebih hati-hati di leg pertama. Gabriel Sara berpeluang mengisi lini tengah untuk menambah keseimbangan, dengan Ilkay Gundogan didorong lebih ofensif.
Tuan rumah kehilangan Mario Lemina karena skorsing serta Metahan Baltaci yang terkena larangan bermain akibat kasus taruhan. Namun Leroy Sane sudah kembali berlatih penuh dan bisa tampil, bersama rekrutan anyar Noa Lang.
Di kubu Juventus, absennya hanya di lini depan: Dusan Vlahovic dan Arkadiusz Milik masih cedera. Jonathan David diprediksi menjadi ujung tombak tunggal, didukung Kenan Yildiz yang telah menciptakan 12 peluang dan menyelesaikan 16 dribel sukses di Liga Champions musim ini.
Dengan atmosfer panas Istanbul sebagai latar, Galatasaray membawa momentum dan keyakinan. Juventus datang dengan pengalaman dan reputasi besar.
Leg pertama ini bukan sekadar soal taktik, melainkan tentang siapa yang lebih siap secara mental untuk melangkah lebih jauh di panggung Eropa.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Liga Champions, PSG Kontra Muenchen Hasilkan 9 Gol
-
Semifinal Liga Champions: PSG Bakal Hadapi Muenchen, Atletico Kontra Arsenal
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Hasil Liga Champions: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.