Gempa Tektonik Jauh Mendominasi Gempa di Gunung Soputan
Selasa, 17 Feb 2026, 22:17 WIBManado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan pada evaluasi pengamatan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) periode 16-31 Januari 2026 kegempaan didominasi gempa tektonik jauh.
"Seismograf merekam sebanyak tujuh kali gempa vulkanik dangkal, empat kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan 117 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Lana Saria dalam laporan yang diterima ANTARA di Manado, Selasa.
Berdasarkan data pengamatan visual, lanjutnya, guguran masih tidak teramati dan tinggi asap kawah rata-rata tidak dapat teramati dari puncak. Adapun secara instrumental, aktivitas kegempaan Gunung Soputan masih didominasi oleh jenis gempa tektonik.
Secara keseluruhan pada periode ini aktivitas kegempaan relatif sama apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya, baik gempa-gempa vulkanik maupun gempa-gempa tektonik.
Namun hal tersebut, kata dia, tidak diikuti migrasi magma ke permukaan dan secara deformasi juga tidak ada perubahan yang signifikan.
"Perlu diwaspadai potensi bahaya aktivitas Gunung Soputan saat ini berupa lontaran dan aliran/guguran lava maupun piroklastik, seiring dengan terjadinya peningkatan gempa tektonik pada akhir Januari 2026," ucapnya..
Bila terjadi erupsi gunung api, kata dia, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang sungai/lembah yang berhulu di Gunung Soputan.
"Rekomendasi berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Januari 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," kata Lana Saria.
Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi, lanjut dia, yaitu masyarakat di sekitar Gunung Soputan maupun pengunjung/wisatawan/pendaki tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari puncak dan area sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut.
Selain itu masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Soputan senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi hujan abu jika terjadi erupsi.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mensos Tegaskan Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah Layak Jadi Pahlawan
-
Masyarakat Waspadai Potensi Banjir Lahar Dari Gunung Soputan
-
Pewarna Sintetis dalam Dagangan Takjil
-
Parah Macet Banget Ini Mah! Cideng ke Petamburan Ditempuh Pemotor 1,5 Jam, Apa Sih Sebabnya?
-
KPK Sita 50 Ribu Dollar AS saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Ketua PN Depok
-
Gempa Tektonik Jauh Mendominasi Kegempaan di Gunung Soputan
-
Sembilan Pemain Persija Dibungkam Arema dengan Skor 3-1 di Stadion Patriot Candrabhaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.