KPH Kedu Utara Lanjutkan Penghijauan di 42 Hektare Kawasan Hutan di Tiga Kabupaten
Minggu, 15 Feb 2026, 12:40 WIBTEMANGGUNG - Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara melanjutkan upaya pelestarian lingkungan di wilayah itu dengan melakukan penghijauan di lahan seluas 42 hektare di beberapa lokasi seperti di Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.
Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara Andrie Syailendra di Temanggung, Minggu (15/2), menyampaikan area penanaman tersebar di sejumlah wilayah Kedu Utara, meliputi Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.
Jika pada tahun lalu fokus pengembangan dilakukan pada tanaman pinus dan mahoni, maka pada tahun ini program penghijauan kembali digencarkan dengan rencana penanaman di lahan seluas kurang lebih 42 hektare.
Ia menuturkan, program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di kawasan KPH Kedu Utara.
Menurut dia, selain program penanaman terencana, kegiatan penghijauan juga didorong melalui gerakan mandiri masyarakat.
Ia menyebutkan, berbagai elemen mulai dari pegiat lingkungan hingga kalangan pelajar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tanam pohon.
"Bahkan hampir setiap bulan terdapat permintaan penanaman yang dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Lokasi penanaman mandiri ini tersebar di beberapa daerah, seperti Ambarawa, Temanggung, dan Wonosobo," katanya.
Ia menyampaikan, meningkatnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa isu lingkungan kini semakin dipahami dan mendapat perhatian luas. "Inisiatif yang tumbuh dari masyarakat tersebut juga melibatkan pihak pengelola dalam proses pendampingan dan pelaksanaan penanaman," katanya.
Ia berharap, dengan sinergi antara program resmi dan gerakan mandiri masyarakat, diharapkan upaya penghijauan di wilayah Kedu Utara dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang.
- Kawasan Hutan
- Penghijauan
- KPH Kedu Utara
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Kawasan Dataran Tinggi Lebih Baik Menjadi Hutan Daripada Ditanami Palawija
-
Liga Inggris Musim 2025-26: Butuh Minimal 88 Poin untuk Jadi Juara?
-
DPRD minta Pemprov DKI Perkuat Upaya Pencegahan Obesitas
-
Adat Lindungi Satwa.Nagari Lasi Larang Perburuan Burung di Gunung Marapi
-
Ibu dari Tasikmalaya Berkenalan Pria Cianjur di Media Sosial, Eee... Ternyata Bermotif Berikut
-
Peringatan BMKG: Gelombang Laut Capai 4 Meter Ancam Perairan NTT
-
Jay Idzes dkk Kena Mental, Drama 2 Kartu Merah dan Baku Hantam di Lorong Warnai Kekalahan Sassuolo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.