Golok Mau Dimintakan ke UNESCO sebagai  Warisan Tak Benda

Minggu, 15 Feb 2026, 13:53 WIB

BOGOR -  Golok dimiliki banyak daerah. Bahkan alat tajam ini sering menjadi alat kejahatan oleh para penjahat. Namun, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan bekerja sama dengan Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) minta ke UNESCO agar dijadikan Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO melalui kegiatan munggahan, pameran pusakadan sarasehan budaya.

Rektor Universitas Pakuan Prof Didik Notosudjono dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Pakuan Siliwangi Universitas Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya menjadikan golok sebagai warisan budaya dunia melalui penguatan kajian akademik dan digitalisasi.

Ket. Foto: golok — Sumber: ist

“Golok ini akan penting sekali dan harus kita perjuangkan sampai ke level UNESCO. Universitas Pakuan mendukung kegiatan ini dan akan memperkuatnya melalui penelitian serta kajian budaya,” ujar Didik.

Ia menjelaskan, pengembangan literasi dan dokumentasi menjadi langkah penting agar tradisi tidak hilang di tengah pesatnya arus informasi. Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam melestarikan sejarah, termasuk meneliti historika, filosofi, hingga ragam pamor golok sebagai bagian dari pusaka Nusantara.

“Kalau tradisi kita bisa didigitalisasi dan dikaji secara ilmiah, itu menjadi sangat penting. Ini bagian dari link and match antara dunia akademik dan pelestarian budaya,” katanya.

Perwakilan GPSN Gatut Susanta menuturkan, saat ini pusaka Indonesia yang telah diakui UNESCO baru keris. Karena itu, komunitas pelestari mendorong golok menjadi warisan budaya tak benda berikutnya.

“Pusaka yang disahkan UNESCO di negara kita baru satu, keris. Kami berjuang supaya golok juga menjadi bagian. Golok dulu menjadi alat ketahanan pangan, kemudian alat pertahanan, dan akhirnya menjadi pusaka,” kata Gatut.

Ia menyebut pihaknya telah melengkapi berbagai persyaratan administrasi, termasuk pendataan komunitas, pelestari, hingga penempa golok lintas generasi. Dalam pameran tersebut, GPSN membawa sekitar 300 koleksi golok, termasuk yang berasal dari era 800–900 dan masa Demak.

“Kami sudah presentasi dan melengkapi persyaratan. Insya Allah tahun 2027 golok bisa menjadi bagian dari UNESCO. Jangan sampai nanti anak cucu kita ingin melihat golok justru harus ke luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan kebanggaannya atas inisiatif yang lahir dari Bogor tersebut. Menurutnya, pengakuan internasional terhadap golok akan memperkuat literasi sejarah sekaligus membuka ruang penelitian lebih luas.

“Kita cukup bangga karena dari Bogor ini diajukan golok sebagai warisan tak benda UNESCO. Kalau diterima, artinya salah satu senjata tradisional Nusantara mendapat pengakuan di tingkat internasional,” kata Dedie.

Ia menambahkan, dukungan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam memperkuat dokumentasi dan argumentasi historis pengajuan tersebut. “Ini perjalanan panjang, tetapi dokumentasinya sudah cukup lengkap dan didukung perguruan tinggi. Mudah-mudahan tinggal satu langkah lagi menuju pengakuan,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan tari Unit Seni Budaya, angklung, penandatanganan nota kesepahaman (MoA) dan kerja sama (IA), pemberian piagam rekomendasi, serta soft launching Siliwangi Digital Collection sebagai bagian dari upaya digitalisasi pusaka.

Selain pameran, sarasehan budaya turut membahas kesiapan golok sebagai Warisan Budaya Tak Benda, sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian warisan budaya Nusantara.

  • UNESCO
  • Golok
  • Warisan Budaya Tak Benda

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.