BMKG: Terjadi 392.777 Kali Sambaran Petir di Bali Selama Januari 2026
Minggu, 15 Feb 2026, 10:29 WIBDENPASAR â Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Denpasar mencatat sambaran petir di Bali menembus 392.777 kali per Januari 2026.
âSecara bulanan, jumlah itu menunjukkan penurunan dibandingkan Desember 2025 sebanyak 595.421 kali sambaran,â kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika BMKG I Ketut Sudiarta di Denpasar, Bali, Minggu (15/2).
Jumlah sambaran petir itu menyesuaikan pola musim hujan yang banyak terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun yaitu periode NovemberâFebruari.
Penurunan jumlah petir itu diperkirakan karena menurunnya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan badai yang menjadi sumber utama petir.
Awan Cb, kata dia, tumbuh pada kondisi atmosfer yang lembab dan tidak stabil secara termodinamika.
Ia merinci jumlah petir di dalam awan (Intra Cloud/IC) sebanyak 63.086 kali dan petir ke tanah (Cloud to Ground/CG) sebanyak 329.691 kali.
Adapun petir dari awan ke tanah bermuatan positif (CG+) dengan ciri sambaran tunggal mencapai 121.619 sambaran dan petir CG negatif atau petir dengan muatan negatif dengan ciri sambaran bercabang banyak mencapai 208.072 sambaran.
BMKG mengungkapkan petir dari awan ke tanah (CG) merupakan jenis petir yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran, hingga kematian.
Apabila dibandingkan jumlah kejadian petir pada Januari selama periode 2009â2026, jumlah pada Januari 2026 tergolong lebih rendah karena yang tertinggi terjadi pada Januari 2010 mencapai 1.071.688 sambaran dan terendah pada Januari 2013 sebanyak 199.489 sambaran.
Pihaknya telah menganalisis bahwa kejadian petir pada Januari 2026 sebagian besar terjadi pada pukul 17.00 WITA untuk jenis petir CG.
âBanyaknya petir pada jam itu mengindikasikan bahwa cukup tinggi potensi pembentukan awan hujan (konvektif) pada waktu bersamaan,â imbuhnya.
Ditinjau dari segi kerapatan wilayah, imbuh dia, aktivitas petir umumnya kategori rendah yakni kurang dari delapan sambaran petir per kilometer persegi sampai kategori tinggi yakni lebih dari 16 sambaran petir per kilometer persegi.
Daerah dengan kerapatan petir kategori tinggi pada Januari 2026 yaitu Tabanan, Klungkung (Nusa Penida), serta sebagian Badung, Buleleng, Jembrana dan sebagian kecil di Denpasar.
Sedangkan periode 1â8 Februari 2026Â jumlah sambaran petir di Bali untuk jenis CG- mendominasi sebanyak 7.770 kali, CG+ sebanyak 2.773 dan IC sebanyak 1.495 kali sambaran petir.
Sementara itu selama 2025 total sambaran petir di Bali mencapai 3,45 juta petir berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar.
Berita Terkait:
-
Jantung Mau Copot, Amri/Nita Singkirkan Jepang Lewat Drama Skor Afrika
-
17 Pelaku Karhutla Ditangkap, Polda Riau Tegas Berantas Pembakaran Lahan
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
Jenazah Dua Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Yogyakarta, Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
PM Pakistan: Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku 'di Mana-mana' termasuk Lebanon
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.