Kendalikan Harga Jelang Imlek dan Ramadan, Bapanas Fokus Awasi Distributor Besar
Sabtu, 14 Feb 2026, 13:55 WIBJAKARTA â Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan akan fokus mengawasi distributor besar demi mengendalikan harga pangan jelang Imlek dan Ramadan.
Kepala Bapanas, Amran Sulaiman mengingatkan para pelaku usaha agar tidak main-main dengan harga pangan khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.Â
âKalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya,â tegas Amran saat meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Jakarta, Jumat (13/2).
Badan Bapanas bersama Tim Satgas Saber Pelanggaran Pangan wilayah hukum Polda Metro Jaya melakukan pemantauan langsung harga daging ayam karkas di Pasar Klender, Jakarta Timur, Jumat (13/2). Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga di tingkat konsumen tetap terkendali menjelang Ramadan.Â
Dari hasil pemantauan lapangan, harga jual ayam karkas masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000 per kilogram. Salah satu pedagang, Ibu Mini, menjual ayam karkas seharga Rp50.000 per ekor dengan berat sekitar 1,3 kilogram atau setara Rp38.461 per kilogram.
âAyam yang biasa Rp28.000 sekarang Rp35.000, terus ayam yang biasa Rp40.000 sekarang jadi Rp50.000. Yang Rp40.000 itu beratnya 1,5 kg,â ungkap Mini.
Ia menjelaskan, penyesuaian harga terjadi seiring kenaikan harga pasokan dari hulu. Meski demikian, pasokan di pasar tetap terjaga. âTapi alhamdulillah sih barang tercukupi,â sambungnya.
Pemantauan lanjutan terhadap sejumlah pedagang lainnya menunjukkan harga ayam karkas berkisar antara Rp31.000 hingga Rp35.000 per kilogram, bergantung pada ukuran dan kualitas. Angka tersebut masih dalam rentang aman dan tidak melampaui HAP sesuai Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024.
Telusuri Rantai Distribusi
Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan menelusuri rantai distribusi hingga ke tingkat hulu guna memastikan faktor penyebab kenaikan harga serta mencegah adanya praktik yang berpotensi merugikan pasar dan masyarakat. Tim juga mengimbau pedagang dan pengelola pasar untuk tetap menjaga stabilitas harga dan memastikan penjualan tidak melampaui HAP.
Pemantauan berkala akan terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pasokan Dalam Negeri Dipastikan Aman Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran
-
Hindari Gejolak Harga Pangan: Importir dan Pengrajian Tahu Tempe Sepakat HAP Kedelai 11.500 perkg
-
RPH Jual Ayam di Atas Harga Acuan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Langsung Turun Tangan
-
Wapadai Lonjakan Harga, DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah
-
Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
-
Sepekan Usai Lebaran: Stok Pangan di Pasar Minggu Terkendali, Harga Berangsur Turun
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.