- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hollywood Tuding Perusahaa...
Hollywood Tuding Perusahaan AI Asal Tiongkok, Seedance, Lakukan Pelanggaran Hak Cipta Besar-besaran
Sabtu, 14 Feb 2026, 12:21 WIBPARIS - Asosiasi Industri Film Amerika (MPA) menuduh layanan pembuatan video asal Tiongkok, Seedance, melakukan "penggunaan karya berhak cipta AS secara besar-besaran tanpa izin" setelah klip-klip realistis yang dihasilkan AI dan menampilkan bintang-bintang Hollywood membanjiri media sosial.
Dikembangkan oleh ByteDance, pemilik TikTok, Seedance 2.0 telah menghasilkan adegan-adegan yang banyak dibagikan secara online, termasuk Tom Cruise berkelahi dengan Brad Pitt atau puluhan kombinasi berbeda dari bintang-bintang yang tampak seperti nyata dari film superhero dan video game, beberapa di antaranya telah ditonton jutaan kali.
AI baru ByteDance ini "beroperasi tanpa pengamanan yang memadai terhadap pelanggaran" dan "harus segera dihentikan", kata ketua MPA Charles Rivkin - yang mewakili perusahaan-perusahaan besar seperti Disney, Universal, Warner, dan Netflix - dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Kamis (12/2) malam hingga Jumat (13/2).
Seedance 2.0 saat ini hanya tersedia sebagai versi uji coba terbatas di Tiongkok.
Namun hal itu tidak mencegah gambar-gambar ala Hollywood menumpuk di beranda pengguna media sosial.
"Dalam satu hari saja... Seedance 2.0 telah terlibat dalam penggunaan karya berhak cipta AS secara tidak sah dalam skala besar," kata Rivkin.
ByteDance "mengabaikan hukum hak cipta yang sudah mapan yang melindungi hak-hak pencipta dan menopang jutaan lapangan kerja di Amerika," tambahnya.
SEEDANCE 2.0
Seedance 2.0 telah memukau tokoh-tokoh seperti Elon Musk dan menjadi viral di Tiongkok, di mana aplikasi ini dibandingkan dengan DeepSeek dan mendapat pujian atas kemampuannya menghasilkan alur cerita sinematik hanya dengan beberapa perintah.Â
Meskipun model AI berbasis teks seperti ChatGPT dari OpenAI dan R1 dari DeepSeek telah diadopsi secara luas, model yang khusus menghasilkan video dan gambar mewakili batasan berikutnya dalam potensi teknologi untuk mendisrupsi.
ByteDance, yang secara resmi meluncurkan Seedance 2.0 pada hari Kamis, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sistem tersebut dirancang untuk produksi film profesional, e-commerce, dan periklanan, karena mampu memproses teks, gambar, audio, dan video secara bersamaan, sehingga menurunkan biaya pembuatan konten.Â
Peluncuran produk ini terjadi ketika Tiongkok dan investor di seluruh dunia sedang mencari penerus model R1 dan V3 dari perusahaan rintisan Tiongkok, DeepSeek, yang debut globalnya pada awal tahun 2025 memicu guncangan sistemik.
Di media sosial Tiongkok, Seedance 2.0 dibandingkan dengan popularitas DeepSeek yang meroket.
"Awal tahun lalu, peluncuran DeepSeek-R1 memicu perdebatan sengit di komunitas teknologi AS mengenai 'momen Sputnik'," tulis surat kabar yang didukung pemerintah Tiongkok, Global Times, dalam sebuah editorial pada hari Rabu.
"Tahun ini, kesuksesan luar biasa yang terus berlanjut dari Seedance 2.0 dan inovasi serupa telah melangkah lebih jauh, memunculkan gelombang kekaguman terhadap Tiongkok di Silicon Valley."
Antusiasme yang dihasilkan oleh Seedance 2.0 semakin diperkuat ketika orang terkaya di dunia, Elon Musk, membalas unggahan yang memuji model tersebut di platform media sosialnya, X, dengan berkomentar: "Ini terjadi dengan cepat."Â
Para pengguna di platform mikroblog Tiongkok, Weibo, membagikan video yang dihasilkan oleh model AI yang menunjukkan kompleksitas dan kualitas gambar dari outputnya, tidak peduli seaneh apa pun perintah yang diberikan.
Salah satu video, yang telah ditonton sekitar satu juta kali di Weibo, menampilkan rapper dan produser rekaman Ye (Kanye West), dan bintang reality TV Kim Kardashian, sebagai karakter dalam drama istana yang berlatar Tiongkok Kekaisaran, berbicara dan bernyanyi dalam bahasa Mandarin.
Tagar yang terkait dengan Seedance 2.0 telah mengumpulkan puluhan juta klik di Weibo, termasuk satu dari surat kabar milik negara Beijing Daily yang berbunyi "dari DeepSeek hingga Seedance, AI Tiongkok telah berhasil".Â
- Kecerdasan Buatan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Soroti Tuntutan Mati ABK, Komisi III DPR Tekankan Prinsip Restoratif KUHP Baru
-
Dicoding Developer Conference 2026 Kupas Tuntas Masa Depan Talenta Digital Indonesia
-
Kudus Ringankan Beban Belanja Kebutuhan Pokok Warga
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Liga Champions: Barcelona Tumbang di Camp Nou, Atletico Madrid Pegang Kendali Menuju Semifinal
-
Joko Anwar Konfirmasi 'Pengabdi Setan 3' akan Rilis Tahun 2027
-
Cegah Pinjol, OJK Ajak Petani di Papua Kenali Akses Layanan Keuangan Formal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.