Terpuruk di Papan Bawah Klasemen Liga Inggris, Tottenham Pecat Thomas Frank

Kamis, 12 Feb 2026, 09:37 WIB

LONDON, INGGRIS – Tottenham Hotspur resmi memecat pelatih kepala Thomas Frank setelah belum genap delapan bulan menangani tim. Keputusan itu diambil menyusul kekalahan 1-2 dari Newcastle United di kandang sendiri, Rabu (11/2) dini hari WIB, yang membuat Spurs hanya terpaut lima poin dari zona degradasi Liga Inggris.

Klub asal London Utara itu kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen. Mereka juga tanpa kemenangan dalam delapan laga terakhir Liga Inggris, catatan terburuk sejak Oktober 2008.

Ket. Foto: Thomas Frank. — Sumber: AFP

Dalam 17 pertandingan liga terakhir, Spurs hanya meraih dua kemenangan dan mengoleksi total 12 poin. Rangkaian hasil negatif tersebut menjadi dasar manajemen mengambil langkah tegas.

Frank, 52 tahun, ditunjuk menggantikan Ange Postecoglou pada Juni lalu, hanya dua pekan setelah pelatih asal Australia itu membawa Tottenham menjuarai Liga Europa. Saat mengumumkan penunjukan Frank dengan kontrak tiga tahun, klub menyebut eks pelatih Brentford itu sebagai “salah satu pelatih paling progresif dan inovatif dalam permainan modern.”

Namun dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu, Spurs menyatakan: “Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim putra dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini.

“Thomas ditunjuk pada bulan Juni 2025 dan kami bertekad memberinya waktu serta dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa tim membuat dewan direksi menyimpulkan bahwa perubahan pada tahap musim ini diperlukan.”

Klub juga menyampaikan terima kasih atas “komitmen tanpa henti” Frank dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan.

Secara prestasi, Frank sempat membawa Spurs lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions setelah finis di posisi keempat fase grup. Namun capaian itu tak mampu menutupi performa domestik yang mengecewakan: tujuh kemenangan, delapan hasil imbang, dan 11 kekalahan di liga musim ini. Tottenham juga tersingkir dari dua ajang piala domestik.

Ironisnya, meski kalah dari Newcastle dan mendapat teriakan suporter tuan rumah yang meminta dirinya “dipecat besok pagi”, Frank sehari sebelumnya mengaku percaya diri tetap mendapat dukungan dari jajaran petinggi klub.

“Kami paham posisi kami tidak ideal dan harus melakukan segalanya untuk keluar dari situasi ini,” ujar Frank seusai laga. Spurs memiliki jeda 12 hari sebelum menjamu pemuncak klasemen Arsenal dalam derbi London Utara pada tanggal 22 Februari mendatang.

“Saya mengerti frustrasi yang ada dan hal termudah adalah menunjuk saya. Itu bagian dari pekerjaan ini, sayangnya,” katanya. “Saya akan bekerja siang dan malam untuk membalikkan keadaan, tetapi ini bukan soal satu orang saja. Tidak diragukan lagi kami harus berkembang dan saya harus menjadi bagian dari itu.”

Frank sebelumnya menghabiskan tujuh tahun bersama Brentford. Ia membawa klub itu promosi dari Championship ke Liga Inggris pada tahun 2021 dan mampu mempertahankan mereka di kasta tertinggi meski dengan sumber daya terbatas.

Tottenham sendiri finis di posisi ke-17 musim lalu, tetapi tetap lolos ke Liga Champions setelah mengalahkan Manchester United pada final Liga Europa di Bilbao, gelar mayor pertama mereka dalam 17 tahun.

Meski kesulitan di liga pada era Postecoglou, gaya menyerang pelatih Australia itu setidaknya menghadirkan hiburan bagi para suporter. Sebaliknya, pendekatan defensif Frank dinilai terlalu hati-hati dan kurang menggigit.

Awal bulan ini, Frank mengaku memahami kekecewaan pendukung. Namun ia juga dihadapkan pada badai cedera pemain kreatif seperti James Maddison, Dejan Kulusevski, dan Mohammed Kudus.

Walau kerap digolongkan sebagai anggota “Big Six” Premier League, Tottenham belum pernah lagi menjadi juara Inggris sejak merebut gelar Divisi Satu musim 1960-61, musim ketika mereka juga mencatatkan prestasi “The Double” dengan menjuarai Piala FA.

Pemecatan Frank menjadikannya pelatih ketujuh yang berpisah dengan klub Liga Inggris sepanjang musim ini, sebuah gambaran kerasnya tekanan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

  • Klasemen Liga Inggris
  • tottenham hotspur
  • Thomas Frank

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.