- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Iran Minta Maaf A...
Presiden Iran Minta Maaf Atas Tragedi Berdarah Aksi Protes
Kamis, 12 Feb 2026, 15:57 WIBTEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (11/2) meminta maaf kepada bangsa Iran atas "kekurangan yang ada" di negara tersebut setelah marak aksi protes pada Januari, serta dia berjanji untuk melanjutkan reformasi.
"Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pemerintahan, saya meminta maaf kepada bangsa Iran yang mulia atas kekurangan yang ada. Kami melakukan segala upaya untuk mengatasi semua masalah, dan kami akan melakukannya," kata sang presiden dalam pidato yang menandai peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam.
Pihak otoritas Iran "menyambut protes dan menganggapnya sebagai kewajiban mereka untuk mendengarkannya (aspirasi pengunjuk rasa)," katanya.
"Namun, kami marah atas penghancuran, vandalisme, pembunuhan, dan pembakaran. Tidak ada warga Iran yang akan mengangkat senjata untuk membunuh warga Iran lainnya, tidak ada warga Iran yang akan membakar masjid," kata Pezeshkian.
Tidak ada warga Iran yang akan meminta orang asing untuk memasuki negara. Tidak ada orang merdeka yang akan meminta musuh untuk datang dan menyelesaikan masalah internal," tambahnya.
Sebelumnya, protes meletus di Iran pada akhir Desember di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya inflasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang lokal, rial Iran.
Sementara itu, di beberapa kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik kebijakan pemerintah.
Sedangkan korban jiwa dilaporkan terjadi di antara aparat keamanan dan para demonstran. Ant/RIA Novosti/Sputnik
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Polres Solok Beri Layanan Penitipan Kendaraan Gratis Selama Lebaran
-
Russia Pasang Badan Soal Iran, Kremlin Siap Tampung Uranium Demi Redam Ketegangan Global
-
Terkena Puing Rudal Iran: Suriah Tutup Rapat Wilayah Udaranya
-
Baterai Kuantum Akan Dimanfaatkan Ilmuan Jadi Pemasok Daya Super Komputer
-
Listrik Padam: Teheran Gelap Gulita Usai Kembali Terkena Serangan AS
-
Penanganan Dua Rumah Warga yang Rusak Akibat Bangunan Ambrol di Magetan
-
Kelompok HAM: Korban Tewas dalam Protes di Iran Mendekati 6.000 Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.