De Zerbi Tinggalkan Marseille Lewat Kesepakatan Bersama

Kamis, 12 Feb 2026, 09:41 WIB

MARSEILLE, PRANCIS – Olympique Marseille resmi berpisah dengan pelatih Roberto De Zerbi melalui “kesepakatan bersama”, demikian pernyataan klub pada hari Rabu (11/2) waktu setempat. Keputusan itu diumumkan hanya beberapa hari setelah Marseille dipermalukan rival bebuyutan Paris Saint-Germain dengan skor telak 0-5.

Pelatih asal Italia berusia 46 tahun itu menangani Marseille sejak musim panas 2024 dan belakangan santer dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Premier League.

Ket. Foto: Roberto De Zerbi — Sumber: AFP

Marseille sebelumnya tersingkir dari Liga Champions bulan lalu, lalu kembali menelan pukulan saat dihajar PSG di Parc des Princes akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat mereka tertahan di peringkat keempat klasemen Ligue 1.

Setelah spekulasi berhari-hari mengenai masa depannya, klub merilis pernyataan resmi: “Setelah diskusi antara seluruh pemangku kepentingan dalam manajemen klub, pemilik, presiden, direktur olahraga, dan pelatih, diputuskan untuk melakukan perubahan di pucuk pimpinan tim utama.

“Ini adalah keputusan kolektif yang sulit, diambil setelah pertimbangan matang demi kepentingan terbaik klub, guna menjawab tantangan olahraga hingga akhir musim.”

De Zerbi masih memimpin sesi latihan pada Senin dan Selasa seperti biasa. Namun, sumber internal kepada AFP menyebutkan bahwa setelah pertemuan antara sang pelatih dan jajaran petinggi klub, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama.

“Perubahan pendekatan diperlukan untuk memastikan kami mencapai target di akhir musim, terutama lolos ke Liga Champions,” ujar sumber tersebut.

Musim lalu, De Zerbi membawa Marseille finis di posisi kedua Ligue 1, hanya di bawah PSG. Awal musim ini pun sempat menjanjikan. Kemenangan 6-2 atas Le Havre pada pertengahan Oktober mengantar mereka ke puncak klasemen. Hingga akhir November, usai membungkam Nice 5-1, Marseille masih berada di posisi kedua, terpaut dua poin saja dari PSG.

Namun performa mereka merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Dari delapan laga liga terakhir, Marseille hanya mampu meraih tiga kemenangan. Mereka kini tertinggal 12 poin dari PSG selaku juara bertahan dan terpaut tiga angka dari Lyon yang menempati batas akhir tiket otomatis Liga Champions. Finis di posisi keempat hanya akan membawa mereka ke babak play-off menuju fase liga.

Yang paling menyakitkan adalah kegagalan di Liga Champions. Dua kekalahan beruntun 0-3, masing-masing dari Liverpool di kandang dan Club Brugge di laga tandang, mengakhiri kiprah mereka di kompetisi elite Eropa tersebut. Marseille gagal lolos ke fase gugur hanya karena selisih gol, setelah kiper Benfica Anatoliy Trubin mencetak gol dramatis di menit akhir melawan Real Madrid yang membuat klub Portugal itu menyalip posisi mereka di klasemen grup.

Beberapa pekan lalu, De Zerbi sendiri mengakui kebingungannya melihat inkonsistensi tim. “Saya tidak punya penjelasan untuk inkonsistensi ini. Jika saya punya solusinya, saya akan menemukannya berapa pun harganya,” ujarnya.

De Zerbi datang ke selatan Prancis dengan reputasi mentereng setelah dua musim sukses bersama Brighton & Hove Albion di Premier League, termasuk membawa klub itu finis keenam pada musim pertamanya. Sebelumnya, ia juga melatih Shakhtar Donetsk di Ukraina.

Kepergian De Zerbi menambah panjang daftar pergantian pelatih di Stade Velodrome. Dalam empat tahun terakhir, Marseille telah berganti enam pelatih kepala tetap, cerminan instabilitas yang terus membayangi salah satu klub terbesar di Prancis tersebut.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.