Warga Tak Perlu Rebutan Belanja untuk Imlek dan Puasa

Rabu, 11 Feb 2026, 04:05 WIB

JAKARTA - Pemprov Jakarta menjamin aman kebutuhan dasar menjelang Imlek dan puasa. Jadi, warga tak perlu panic buying.“Masyarakat dalammembeli kebutuhan tak perlunya secara berlebihan atau melakukan panic buying menjelang Imlek dan puasa. Stok pangan di pasar mencukupi, “ tanda Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Selasa (10/2).

“Belajar dari peristiwa Natal kemarin atau Tahun Baru, memang ada yang mau memboikot daging dan sebagainya, untuk saat ini, saya sampaikanketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi, tidak usah ada panic buying,” kata Pramono di Balai Kota, Selasa.

Ket. Foto: Warga berswafoto dengan latar belakang hiasan lampion yang terpasang di depan Wihara Dhanagun (Hok Tek Bio), Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2). Pemasangan lampion di Wihara Dhanagun yang merupakan cagar budaya yang telah berusia lebih dari 350 tahun tersebut sebagai bagian persiapan menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. — Sumber: ANTARA/Arif Firmansyah

Pramono juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging di Jakarta saat ini mencukupi. Pemprov DKI Jakarta akan terus menggelar pasar murah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi jika terjadi kenaikan harga atau gejolak di pasar.

Kendati demikian, Pramono menyebutkan, ada dua komoditas yang perlu diwaspadai karena sering mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng dan cabai. “Yang utama minyak sebenarnya. Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Jadi dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan. Salah satu inflasi yang ada adalah minyak dan cabai,” ungkap Pramono.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mendorong kegiatan menanam cabai, meski lahan di Jakarta terbatas. “Walaupun Jakarta wilayahnya terbatas, kegiatan menanam cabai tetap akan kami dorong,” katanya.

Kendalikan Harga

Di sisi lain, epemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengendalikan harga-harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan menjelang Imlek dan puasa. Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, telah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengendalikan dan menjaga harga-harga bahan pokok agar tidak naik.

“Yang pertama adalah monitoring rutin ketersediaan harga pangan. Baik itu beras, daging, maupun LPG 3 kilogram. Kita juga akan tetap menerapkan apa yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta mengenai ‘early warning system’ terhadap harga-harga,” katanya.

Selain itu, Pramono akan melakukan pengawasan keamanan terhadap ketersediaan pangan. Adapun ketersediaan pangan untuk hari-hari besar seperti Imlek, Nyepi, puasa dan Idul Fitri di Jakarta saat ini dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kemudian juga untuk subsidi pangan, kami melihat bahwa hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik,” ungkap Pramono.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, menjelang Imlek dan puasa, ketersediaan pangan di Jakarta terpantau dalam kondisi cukup meskipun terdapat kenaikan kebutuhan pangan.

“Peningkatan kebutuhan pangan dengan persentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam sebanyak 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen dan bawang putih 3,57 persen,” katanya.

Hasudungan menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan bahan pangan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Provinsi DKI Jakarta.

Dengan demikian diharapkan hal tersebut dapat mempermudah akses pangan masyarakat dengan harga terjangkau.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menggelar kegiatan penyediaan dan pendistribusian pangan dengan harga murah bagi masyarakat tertentu.

Pada kegiatan ini, masyarakat penerima manfaat dapat membeli enam jenis komoditas pangan yaitu beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung dan susu UHT (khusus penerima KJP) seharga Rp126.000,- per paket.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.