Terbukti Turut Turunkan Risiko Demensia
Rabu, 11 Feb 2026, 07:09 WIBEFEK dari obat penurun kadar kolesterol dalam dalam mungkin menurunkan kadar trigliserida saja. Lebih jauh dari itu juga dapat mengurangi risiko demensia dalam sebuah meta-analisis komprehensif yang melibatkan hampir satu juta peserta.
Hasil studi yang dipimpin oleh para peneliti dari Universitas Bristol di Inggris dan Rumah Sakit Universitas Kopenhagen di Denmark, menunjukkan bahwa obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol, termasuk statin dan ezetimibe, mungkin juga bermanfaat bagi kesehatan kognitif. Studi ini dibangun berdasarkan penelitian sebelumnya yang menghubungkan kolesterol âjahatâ (kolesterol lipoprotein densitas rendah atau LDL-C) dan demensia.
Ini bukan ide baru, tetapi penelitian terbaru ini memberi kita salah satu kumpulan data paling rinci dan bukti terkuat hingga saat ini bahwa hubungan tersebut ada  dan bahwa pengobatan berpotensi mengatasi kedua masalah tersebut sekaligus.
âData saat ini menunjukkan bahwa penurunan kolesterol di usia dini kemungkinan akan mengurangi risiko demensia di kemudian hari,â tulis para peneliti dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Alzheimerâs & Dementia.
Studi ini tidak melacak orang yang mengonsumsi obat untuk kolesterol tinggi. Sebaliknya, penelitian ini menggunakan varian genetik yang cenderung menurunkan kolesterol sebagai pengganti penggunaan obat-obatan seperti statin seumur hidup sebuah pendekatan yang dikenal sebagai Randomisasi Mendel.
Manfaat utama dari membandingkan gen adalah menghilangkan pengaruh faktor-faktor seperti diet dan olahraga, yang lebih sulit dilacak dengan tepat. Tim tersebut menemukan korelasi yang signifikan antara genetika yang memprediksi kolesterol rendah dan risiko demensia yang lebih rendah, menunjukkan bahwa jalur biologis yang dipengaruhi oleh gen yang menjaga kolesterol tetap rendah â dan yang menjadi target statin dan ezetimibe juga memengaruhi kemungkinan terjadinya demensia.
Dengan menggunakan pendekatan Randomisasi Mendel yang dikombinasikan dengan kumpulan data yang besar, penelitian ini dapat dengan yakin menunjukkan bahwa memiliki gen-gen ini, dan karenanya kadar kolesterol yang lebih rendah, kemungkinan besar merupakan alasan mengapa individu memiliki risiko demensia yang lebih rendah.
Para peneliti berpendapat bahwa aterosklerosis  penumpukan endapan kolesterol lemak di pembuluh darah mungkin merupakan ciri penting dari patologi tersebut. Hal itu pada gilirannya dapat menyebabkan kerusakan otak, dan kita tahu bahwa jenis demensia tertentu disebabkan oleh masalah kurangnya aliran darah ke otak.
Para peneliti berharap dapat melihat uji klinis di mana obat kolesterol dapat diberikan dan efek perlindungan otaknya dapat diamati untuk mengkonfirmasi hubungan yang diidentifikasi dalam penelitian ini. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.