Tiongkok Taklukkan Suhu Beku: Kendaraan Canggih Diuji di Pedalaman Antarktika

Selasa, 10 Feb 2026, 19:58 WIB

BEIJING - Kendaraan beroda 6x6 Snow Leopard, yang dikembangkan secara mandiri oleh Tiongkok, baru-baru ini menyelesaikan uji coba lingkungan ekstrem di pedalaman Antarktika, menempuh jarak lebih dari 10.000 km tanpa mengalami kegagalan, demikian diungkapkan tim ekspedisi Antarktika ke-42 Tiongkok pada Selasa (10/2).

Dari 5 Desember tahun lalu hingga awal Februari tahun ini, kendaraan Antarktika berwarna merah tersebut melakukan serangkaian uji coba di basis penelitian Stasiun Zhongshan milik Tiongkok dan di lima daerah tipikal pedalaman Antarktika, di mana kendaraan itu dioperasikan di atas es laut, kerikil, salju lunak, salju keras, dan es padat.

Keberhasilan uji coba kendaraan tersebut mengisi kesenjangan penting dalam kemampuan peralatan Tiongkok untuk transportasi personel darat yang cepat, dukungan penelitian ilmiah, dan operasi penyelamatan darurat di Antarktika, ungkap tim ekspedisi itu.

Sebelumnya untuk waktu yang lama, ekspedisi Tiongkok di pedalaman Antarktika sebagian besar mengandalkan kendaraan impor beroda rantai, yang memiliki kecepatan lebih lambat, konsumsi bahan bakar lebih tinggi, serta biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih mahal.

Kendaraan beroda baru buatan Tiongkok ini memiliki kecepatan yang lebih tinggi.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/VANDERLEI ALMEIDA

Menurut Sun Peng, seorang anggota tim yang bertanggung jawab atas uji coba di lokasi, kendaraan Snow Leopard dapat mencapai kecepatan 28 km/jam di atas salju lunak dan 42 km/jam di atas salju keras, sedangkan kendaraan beroda rantai biasa memiliki kecepatan 15 km/jam.

Selain itu, Snow Leopard dapat mempertahankan kecepatan stabil 65 km/jam di atas es padat dan memiliki jarak tempuh maksimum sekitar 700 km dengan tangki bahan bakar penuh.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan seperti suhu rendah, tekanan udara rendah, dan medan rumit, tim penelitian dan pengembangan telah mencapai terobosan dalam sejumlah teknologi utama yang berkaitan dengan sistem daya kendaraan dan material ban, tambah Sun.

Yao Xu, pemimpin tim tersebut, mengenang sebuah misi pengangkutan darurat di mana kendaraan Snow Leopard beroperasi terus-menerus selama 12 jam, menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 263 km dalam kondisi bersalju dengan jarak pandang lebih pendek menjadi hanya sekitar tiga meter. Kendaraan itu berhasil memastikan pengiriman peralatan penting dengan cepat.

Ini merupakan kali pertama transportasi darat dalam ekspedisi Antarktika Tiongkok mencapai kecepatan setinggi itu dalam kondisi cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk akses udara, ungkap Yao.

Tim ekspedisi Antarktika ke-42 Tiongkok memulai perjalanannya dari Shanghai pada 1 November 2025. Selama ekspedisi ini, serangkaian peralatan dan teknologi baru akan dikerahkan dan diuji coba di benua tersebut. Ant/Xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.