Paus Minta Dunia Hormati Tradisi Gencatan Senjata Olimpiade

Senin, 09 Feb 2026, 01:00 WIB

VATIKAN – Paus Leo XIV pada akhir pekan lalu, mendesak negara-negara di dunia untuk menghormati tradisi Gencatan Senjata Olimpiade sebagai sebuah “instrumen harapan”, menjelang upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Italia.

“Pada kesempatan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin yang akan datang, saya dengan sepenuh hati mendorong semua negara untuk menemukan kembali dan menghormati instrumen harapan ini, yaitu Gencatan Senjata Olimpiade, sebuah simbol dan janji dunia yang berdamai,” kata Paus dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Paus Leo XIV berpidato dari jendela istana apostolik yang menghadap Lapangan Santo Petrus saat doa Angelus di Vatikan, Minggu (8/2). — Sumber: AFP/Albert o PIZZOLI

Negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada November lalu telah mengadopsi resolusi yang mendesak agar konflik internasional dihentikan sementara selama pelaksanaan Olimpiade. Namun, cita-cita tersebut meski dianut secara prinsip setiap dua tahun sekali, kerap diabaikan dalam praktiknya.

Dalam dokumen setebal delapan halaman yang dirilis Vatikan menjelang upacara pembukaan Olimpiade pada Jumat malam di Stadion San Siro, Milan, Paus juga merefleksikan manfaat olahraga sekaligus risiko korupsi yang dapat menyertainya.

Sebagai penggemar tenis, Paus beRussia 70 tahun itu menyinggung pengalaman “menggembirakan” dari reli panjang antarpemain, rasa pencapaian yang dihadirkan olahraga, serta kekuatannya dalam menyatukan manusia lintas latar belakang.

Ia menekankan pentingnya memastikan olahraga dapat diakses oleh semua kalangan dan memperingatkan bahaya ketika olahraga semata-mata dijadikan komoditas bisnis atau dieksploitasi untuk kepentingan politik.

“Ketika olahraga menyerah pada mentalitas kekuasaan, propaganda, atau supremasi nasional, panggilan universalnya dikhianati,” ujar Paus.

“Ajang olahraga besar seharusnya menjadi ruang pertemuan dan saling mengagumi, bukan panggung untuk menegaskan kepentingan politik atau ideologis,” tambahnya.

Sulit Diwujudkan

Mengacu pada tradisi Yunani kuno yang telah berlangsung selama ribuan tahun, Gencatan Senjata Olimpiade diperkenalkan di PBB setiap dua tahun sejak 1993 oleh negara tuan rumah Olimpiade.

Secara teori, untuk Olimpiade Musim Dingin kali ini, gencatan senjata diharapkan berlaku tujuh hari sebelum pembukaan pada 6 Februari hingga tujuh hari setelah penutupan Paralimpiade pada 15 Maret.

Namun, perdamaian tetap sulit diwujudkan. Russia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 dan konflik tersebut hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Perang itu juga berimbas pada larangan partisipasi bagi sejumlah atlet Russia dan BelaRussia dalam ajang olahraga internasional.

Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Palestina Hamas yang mulai berlaku pada 10 Oktober masih bersifat rapuh, dengan kedua pihak saling menuding pelanggaran terhadap ketentuan yang disepakati.

  • Paus Leo XIV

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.