IBM dan Meta Perluas AI Alliance ke Indonesia
Senin, 09 Feb 2026, 20:35 WIBJAKARTA â AI Alliance, konsorsium nirlaba global yang didedikasikan untuk mendorong inovasi kecerdasan buatan (AI) berbasis open-source, resmi mengumumkan ekspansinya ke Indonesia. Didirikan oleh IBM bersama Meta, langkah ini menjadi tonggak penting dalam mendorong pengembangan AI yang bertanggung jawab serta inovasi digital di tingkat regional, melengkapi keberadaan AI Alliance di negara APAC lainnya seperti Thailand, Jepang, dan India.
Kehadiran AI Alliance di Indonesia sangat relevan mengingat AI diproyeksikan bakal menyumbang 366 miliar dollar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Berdasarkan studi terbaru IBM, 61% perusahaan di Indonesia secara aktif mengadopsi agen AI. Namun, tantangan besar masih membayangi, di mana hanya 27% responden yang merasa investasi AI mereka memberikan tingkat pengembalian (Return on Investment) sesuai harapan.
Selain masalah ROI, tantangan utama lainnya mencakup keterbatasan tenaga kerja terampil, infrastruktur digital yang belum merata, serta isu perlindungan data pribadi. Ada pula kekhawatiran terkait aspek kepercayaan dan keselamatan, termasuk bias, transparansi, keamanan siber, hingga mekanisme akuntabilitas atas dampak penerapan AI.
Ekspansi AI Alliance bertujuan menjawab tantangan tersebut melalui demokratisasi akses AI berbasis open-source. Universitas Ciputra resmi menjadi anggota pertama dari Indonesia dalam inisiatif ini.
âKami merasa terhormat dapat bergabung dengan AI Alliance. Kolaborasi ini akan memperkuat silabus AI kami yang berbasis IBM SkillsBuild for Academia,â ujar Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., Sekretaris Dewan Eksekutif Universitas Ciputra, dalam keterangan tertulis, Senin (9/2). Ia menambahkan bahwa misi ini selaras dengan upaya mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin AI di masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader IBM ASEAN, menyambut baik dinamika ekonomi digital Indonesia. âMelalui AI Alliance, kami berharap dapat mendukung visi Indonesia menuju masa depan digital yang tumbuh secara inklusif dan bertanggung jawab,â tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Berni Moestafa, Head of Public Policy Meta di Indonesia, menekankan bahwa kemitraan dengan IBM ini bertujuan menjadikan AI lebih mudah diakses, aman, dan bermanfaat bagi semua orang. Sementara itu, CEO Aitomatic sekaligus Anggota Dewan AI Alliance, Christopher Nguyen, menegaskan komitmennya untuk mendukung kedaulatan AI Indonesia melalui prinsip keterbukaan sains.
- Meta
- Indonesia Emas 2045
- Kedaulatan AI
- IBM
- ekonomi digital
- AI Alliance
- Universitas Ciputra
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Stok KTP-el Rejang Lebong Aman Beberapa Bulan dengan 8.989 Blangko
-
Hasil Liga Inggris: Chelsea Kalah di Stamford Bridge 0-1 dari Newcastle United
-
Aksi Kamisan ke-900 di Jakarta
-
Jadwal Imsak Hari Ini Jakarta dan Sekitarnya, 2 Maret 2026: Ayo Sahur Agar Berkah!
-
India Kembangkan Drone AVATAAR yang Dapat Terbang Sekaligus Menyelam di Laut
-
Ericsson Dorong Percepatan 5G di Indonesia, Disebut Kunci Daya Saing Ekonomi Digital Menuju 2045
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.