Caping Kalo Kudus Dilestarikan Lewat Seni Tari Tradisional
Senin, 09 Feb 2026, 06:35 WIBKerajinan caping kalo, penutup kepala tradisional khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang hampir punah, diupayakan pelestariannya melalui seni tari bertajuk âTari Caping Kaloâ.
"Kami mengapresiasi kreativitas pihak swasta dan para seniman yang turut peduli terhadap upaya pelestarian kerajinan tradisional khas Kabupaten Kudus," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani saat menghadiri peluncuran karya "Tari Caping Kalo" di Hotel @Hom Kudus, Minggu malam.
Menurut dia caping kalo merupakan bagian dari kekayaan budaya Kudus yang perlu terus dijaga agar tetap dikenal masyarakat luas.
Ia menambahkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus juga turut berpartisipasi dalam pelestarian melalui kegiatan latihan bersama "Tari Lajur Caping Kalo" yang sebelumnya telah dikembangkan. Pada peluncuran kali ini, tari tersebut kembali dikembangkan menjadi âTari Caping Kaloâ yang melibatkan koreografer Kinanti Sekar Rahina.
Endhah menyampaikan keterlibatan PKK dan berbagai organisasi perempuan seperti Dharma Wanita dalam pelatihan dan pementasan tari menjadi wujud nyata partisipasi perempuan Kabupaten Kudus dalam ânguri-uriâ atau melestarikan kekayaan budaya daerah.
Ia berharap melalui pentas seni ini caping kalo dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Sementara itu, koreografer Kinanti Sekar Rahina menjelaskan karya âTari Caping Kaloâ merupakan tari tunggal yang menggambarkan sosok perempuan Muria Kudus yang anggun, lincah, gemar bersosialisasi, serta setia menjaga nilai-nilai tradisi.
Menurut Sekar, caping kalo menjadi simbol karakter perempuan tersebut. Anyaman bambu yang halus menggambarkan kehidupan masyarakat yang rukun dan guyub, sedangkan kerangka bambu yang kokoh melambangkan kekuatan jiwa dalam menjaga nilai tradisi. Bentuk penutup kepala yang dikenakan di bagian tertinggi tubuh juga dimaknai sebagai simbol ketakwaan kepada Tuhan.
Caping Kalo merupakan penutup kepala berbentuk lingkaran yang terbuat dari anyaman bambu halus dan daun rembuyan.
Dahulu digunakan petani sebagai pelindung dari panas matahari, kini berfungsi sebagai ikon budaya dan pelengkap busana adat perempuan Kudus.
Sebelumnya, Kinanti Sekar Rahina telah menciptakan karya âTari Lajur Caping Kaloâ yang diluncurkan pada 7 Oktober 2022. Tarian tersebut menggambarkan tahapan proses pembuatan caping kalo, mulai dari pemilihan bambu, proses penganyaman, hingga menjadi penutup kepala utuh yang sarat makna ketelatenan, kebersamaan, dan kekuatan perempuan.
Adapun âTari Caping Kaloâ menjadi kelanjutan perjalanan kreatif yang mengisahkan caping kalo secara utuh dalam kehidupan sehari-hari, meskipun kedua karya tari tersebut dapat berdiri sendiri dengan konsep masing-masing.
Penulisan lirik dan rekaman dilakukan di Buenos Aires, Argentina. Produksi karya dilakukan oleh GsT Production dengan dukungan RKBBR (Rumah Khalwat & Balai Budaya Rejosari), Iniibubudi Publishing, dan Asa Academy of The Arts.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, diharapkan "Tari Caping Kalo" tidak hanya menjadi karya seni pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian kerajinan tradisional khas Kudus.
Sedangkan prosesnya, karya tari ini melibatkan komposer musik Hamdani, serta penulisan syair dan lagu oleh Romo Lukas Heri Purnawan MSF yang hidup di tengah masyarakat.
- Caping Kalo
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.