BI Catat Keyakinan Konsumen Naik, Benarkah Ekonomi Mulai Bangkit di Awal 2026?
Senin, 09 Feb 2026, 17:55 WIBJAKARTA â Peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Januari 2026 mencerminkan membaiknya persepsi rumah tangga terhadap pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan stabilitas harga.
Optimisme ini menjadi sinyal awal penguatan permintaan domestik, yang berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.
Meski demikian, keberlanjutan sentimen positif tersebut tetap bergantung pada konsistensi kebijakan pemerintah serta stabilitas global, mengingat tekanan eksternal masih berpeluang memengaruhi daya beli masyarakat.
Bank Indonesia (BI) menyebutkan berdasarkan survei tercatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi mengalami peningkatan pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutifâ Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2), menyampaikan hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang berada pada level optimis atau indeks lebih dari 100, yakni sebesar 127,0, yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 123,5.
Meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6.
Pada IKE atau persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, BI mencatat bahwa kenaikan berasal dari seluruh komponen pembentuknya.
Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat masing-masing sebesar 123,7, 109,9, dan 111,8, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 120,2, 106,5, dan 107,6.
Sedangkan, pada IEK atau ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, kenaikannya bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) yang tercatat masing-masing sebesar 146,0 dan 135,3, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 140,8 dan 130,8.
Adapun Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tercatat stabil dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 135,1.
Pada Januari 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,3 persen.
Sementara proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 11,2 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen.
Di sisi lain, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 16,5 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 14,9 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPJPH Pasang Aturan Ketat, Produk Impor Tanpa Sertifikat Halal Terancam Tersingkir
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
-
KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.