BMKG: Hari Ini Kota-Kota Besar Indonesia Potensi Hujan Ringan-Lebat
Minggu, 08 Feb 2026, 14:35 WIBJAKARTA - Masyarakat Indonesia terus mencari informasi terbaru, mengenai kabar cuaca hari ini, Minggu (8/2). Merespons hal tersebut, BMKG memprediksi, mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan intensitas ringan, sedang, hingga lebat.
BMKG mengungkapkan, kota-kota besar di Sumatra berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang hari ini. Kota-kota besar itu, Medan, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bengkulu.
"Pekanbaru, Jambi, dan Bandar Lampung berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat. Kemudian Aceh, dan Padang berawan," kata Prakirawan BMKG, Wahyu Anisa, keterangan persnya, di Jakarta.
Teruntuk Pulau Jawa, kata Wahyu, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata di kota-kota besar. Seperti, hujan di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, sementara Surabaya berpotensi hujan lebat.
Sementara di Pulau Kalimantan, kata Wahyu, Kota Palangkaraya dan Tanjung Selor berpotensi hujan ringan. Samarinda dan Banjarmasin berpotensi hujan lebat disertai kilat, sedangkan Pontianak berawan tebal.
âSementara Bali dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Mataram diselimuti awan,â ucap Wahyu.
Untuk di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado. Sedangkan, Ternate berpotensi hujan ringan hingga sedang.
Lalu, Mamuju diprediksi hujan lebat disertai kilat, adapun Palu cuaca kabur. Di wilayah timur, kota-kota seperti Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.
"Pentingnya penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor. Guna menekan risiko bencana hidrometeorologi di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata," ujar Wahyu.
Sebelumnya, BMKG menegaskan, perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Melainkan, realitas yang sudah terjadi dan semakin terasa dampaknya di Indonesia.
Data pengamatan BMKG menunjukkan, tren kenaikan suhu yang signifikan, seiring meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem. Hal tersebut, memicu bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah di Tanah Air.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, membeberkan laporan global terbaru anomali suhu dunia 2024. Anomali itu, telah melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius, yakni mencapai lebih dari 1,55 derajat Celsius.
"Dibandingkan periode praindustri, angka tersebut menjadikan 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah pencatatan iklim global. Data suhu menunjukkan secara jelas bahwa bumi semakin panas dan sudah melampaui ambang batas yang disepakati secara global,â ujar Andri dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Cuaca Eksrim Sinergi dan Kolaborasi Atasi Bencana" yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerjasama Biro Pemberitaan DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/2) lalu.
Andri menjelaskan, tren pemanasan global tersebut juga tercermin di Indonesia. Berdasarkan data pengamatan BMKG yang mencakup hampir satu abad, suhu rata-rata nasional menunjukkan kecenderungan terus meningkat.
âRata-rata suhu Indonesia pada 2024 mencapai 27,52 derajat Celsius, tertinggi sepanjang sejarah pengamatan. Pola grafik sejak 1984 hingga 2024 menunjukkan tren yang semakin memerah, artinya semakin panas,â kata Andri. ils/I-1
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Ramalan Cuaca
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Prabowo Hadiri Forum Bisnis Jepang-Indonesia, 10 Kesepakatan Tembus USD 22,6 Miliar
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
Jenazah Dua Prajurit TNI UNIFIL Tiba di Yogyakarta, Dimakamkan Secara Militer di Daerah Asal
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
-
Sore Nanti akan Turun Hujan di Jakarta
-
Menkomdigi Ajak Masyarakat untuk Laporkan Platform yang Tidak Taat PP Tunas
-
Unit Ekspedisi Korps Marinir AS Tiba di Wilayah Teluk Persia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.