- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Trump Kirim Perin...
Presiden Trump Kirim Peringatan Baru pada Pemimpin Iran
Jumat, 06 Feb 2026, 01:00 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah mengirimkan peringatan baru kepada para pemimpin Iran di tengah pengerahan pasukan militer AS di kawasan tersebut, bahkan ketika pembicaraan diplomatik antara Washington DC dan Teheran dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.
âSaya rasa dia seharusnya sangat khawatir. Dia memang sudah seharusnya khawatir,â kata Trump dalam sebuah sesi wawancara dengan NBC News pada Rabu (4/2), ketika ditanya tentang pemimpin tertinggi Iran. âSeperti yang Anda ketahui, mereka sedang berupaya bernegosiasi dengan kita.â
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial pada Rabu bahwa pembicaraan dengan AS dijadwalkan akan diadakan di Muscat, Oman, pada pagi hari tanggal 6 Februari.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, AS dan Iran masih berencana bertemu di Oman pada 6 Februari untuk membahas kesepakatan nuklir.
Iran telah meminta agar diskusi tersebut, yang dilakukan setelah ancaman berulang kali dari Trump untuk menyerang negara itu jika tidak menyetujui kesepakatan, dipindahkan ke Oman dari Turki dan untuk mengecualikan partisipasi negara-negara regional, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Pembicaraan Nuklir
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya mengatakan bahwa AS mengira kesepakatan telah tercapai untuk pertemuan yang akan diadakan pada 6 Februari di Turki, sambil menambahkan bahwa pemerintahannya tetap terbuka untuk pembicaraan.
Iran juga mengatakan ingin membatasi diskusi hanya pada program nuklirnya, tetapi Rubio mengatakan bahwa agar pembicaraan benar-benar menghasilkan sesuatu yang bermakna, poin pembicaraan tersebut harus mencakup hal-hal tertentu.
Poin itu termasuk program misil balistik Teheran, dukungan terhadap kelompok militan regional, dan perlakuan terhadap rakyatnya, kata Rubio seraya menambahkan bahwa utusan Gedung Putih untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, siap dan bersedia menghadiri pertemuan puncak tersebut.
Perbedaan posisi mengenai parameter pembicaraan kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran tentang apakah kedua pihak secara realistis dapat menjembatani perbedaan besar di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan kaya minyak tersebut.
AS dan Iran telah lama berselisih mengenai aktivitas nuklir Republik Islam, tetapi perpecahan semakin membesar terutama setelah otoritas Teheran menumpas gelombang protes baru-baru ini, yang menyebabkan ribuan orang tewas.Â
Perundingan dilanjutkan walau pada tanggal 3 Februari, jet tempur AS menembak jatuh sebuah drone Iran setelah mendekati secara agresif kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab, kata militer dan pemerintah AS. Bentrokan tersebut menyebabkan harga minyak otomatis naik.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Andes Tanjung, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
InJourney Pastikan MotoGP 2026 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika, Optimistis Dongkrak Ekonomi Nasional dan Serap Ribuan Pekerja
-
Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Cari Korban Gempa NTT dengan Satelit Copernicus
-
Gempa M 5,0 Guncang Manggarai, NTT! Ini Kabar Terbaru dari BMKG
-
Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Produksi Kerajinan Panjang Mulud di Kota Serang Meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.