Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan
Kamis, 05 Feb 2026, 06:59 WIBJAKARTA â Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis secara nasional menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
"Menghadapi Ramadan dan Idul Fitri (2026), Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang sama seperti saat Natal dan Tahun Baru (2025/2026), dengan turun langsung ke lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan," kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, Rabu (04/2).
Rizal menyebutkan hingga 2 Februari 2026, Perum Bulog mengelola ketersediaan stok beras sebesar 3,3 juta ton. Stok itu terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial sebesar 95.523 ton.
Selain cadangan beras, Bulog juga mengelola persediaan komoditas pangan strategis lainnya, terdiri dari gula pasir 11.675 ton, jagung 53.637 ton, serta minyak goreng sebesar 15.475 kiloliter.
"Adapun stok pangan tersebut di berbagai wilayah Indonesia sebagai instrumen utama dalam mendukung stabilitas harga dan kepastian pasokan menjelang Ramadan, Idul Fitri, maupun Imlek," ujarnya.
Rizal menegaskan kesiapan pihaknya dalam melaksanakan seluruh penugasan pemerintah, baik dalam penyaluran bantuan pangan maupun pengamanan harga minyak goreng MinyaKita di tingkat konsumen.
Terkait distribusi minyak goreng melalui skema domestic market obligation (DMO), Rizal menjelaskan alokasi DMO sebesar 30 persen dari total pasokan nasional dibagi kepada BUMN pangan, dengan porsi 70 persen untuk Bulog, 20 persen ID FOOD, dan 10 persen Agrinas Palma.
Dalam skema tersebut, Bulog memperoleh pasokan sekitar 30 ribu kiloliter per bulan. Pada periode sebelumnya, penyaluran telah mencapai sekitar 21,8 ribu kiloliter.
"Dan pada Februari ini pasokan kembali disiapkan sebesar 30 ribu kiloliter untuk disalurkan, terutama ke pengecer dan pasar agar harga tetap stabil,â ujar Rizal.
Selain itu, Rizal mengaku bahwa pihaknya siap menyalurkan bantuan pangan yang ditugaskan pemerintah berupa 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Untuk dua bulan penyaluran, Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng, sebagai bagian dari stimulus ekonomi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan menjelang Ramadan hingga Idul Fitri.
âBulog telah menyiapkan stok dan kesiapan operasional agar bantuan pangan dapat tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaranâ tegas Rizal.
Bulog berkomitmen terus menjalankan perannya sebagai penyangga pangan nasional untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bappeda Memilih Bus Sekolah Khusus Buat Difabel Masuk Nominasi Penghargaan
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Kebakaran Hutan di Pontianak Kalimantan Barat
-
Kodam XXIII Palaka Wira Bangun 90 Titik Sarana Air Bersih di Sulteng dan Sulbar
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian yang Serempak Naik pada Selasa Ini
-
Heboh di Bengkalis! Pemilik Kebun Sawit Jadi Tersangka, Ini Kasusnya
-
BULOG Gerak Cepat! Sidak Pasar Serentak Cegah Beras Mahal
-
RI Diminta Setop Jual Bahan Mentah, Kekayaan Tropis Harus Jadi Produk Bernilai Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.