- Home
-
- Luar Negeri
-
- Era Baru Suriah: Pasukan A...
Era Baru Suriah: Pasukan AS Bersiap Tinggalkan Wilayah Timur Laut Saat Damaskus Perkuat Kontrol
Kamis, 05 Feb 2026, 22:40 WIBMOSKOW - Pasukan Amerika Serikat bersiap untuk sepenuhnya meninggalkan pangkalan Al-Shaddadi di Provinsi Al-Hasakah, Suriah timur laut, dalam waktu 24 jam ke depan.
Saluran televisi Syria TV, mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, pada Rabu (4/2) melaporkan bahwa koalisi anti-teror internasional pimpinan AS juga telah mulai menarik pasukannya dari pangkalan Khrab al-Jir, yang terletak di bagian timur laut Provinsi Al-Hasakah.
Pangkalan Khrab al-Jir yang berada dekat perbatasan Irak sebelumnya digunakan untuk jalur keluar-masuk seluruh peralatan yang ditujukan bagi pasukan AS di Suriah, serta untuk truk pengangkut gandum dan tangki bahan bakar yang melintasi perbatasan.
Awalnya, lokasi tersebut merupakan bandara untuk hasil pertanian yang kemudian diubah oleh pasukan AS menjadi pangkalan udara militer pada tahun 2016.
Sebelumnya pada Minggu (1/2), surat kabar Suriah Al-Watan melaporkan bahwa koalisi internasional memindahkan peralatan dari pangkalan Khrab al-Jir ke wilayah Irak.
Pada akhir Januari, media Suriah melaporkan bahwa otoritas Suriah telah mencapai kesepahaman dengan pimpinan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi terkait pengerahan pasukan keamanan internal ke kota-kota besar di Provinsi Al-Hasakah dan Raqqa di Suriah timur laut, serta penerapan gencatan senjata penuh di sepanjang garis kontak.
Sebagai imbalannya, SDF menyatakan bahwa kepemimpinannya telah meyetujui gencatan senjata menyeluruh dengan Damaskus. Pasukan itu juga sepakat untuk menarik tentara Suriah dari garis kontak sebagai langkah awal menuju integrasi militer dan administratif di Provinsi Al-Hasakah.
Bentrok antara pasukan Kurdi dan tentara Suriah kembali pecah bulan lalu di pinggiran Ashrafiyeh dan Sheikh Maqsoud di Aleppo, tidak lama setelah gencatan senjata dicapai.
Pemberontak Kurdi menyatakan bahwa tentara Suriah telah mengepung lingkungan Kurdi dan bersiap melancarkan serangan menggunakan tank. Sementara itu, Damaskus menuduh SDF menembaki koridor evakuasi.
Pada 18 Januari, Presiden Suriah Ahmed Sharaa dan pemimpin SDF Mazloum Abdi menandatangani gencatan senjata segera yang baru setelah berminggu-minggu pertempuran sengit di Aleppo dan wilayah lain di Suriah utara.
Setelah perundingan lanjutan yang melibatkan mediator internasional, militer Suriah pada 24 Januari mengumumkan perpanjangan gencatan senjata di seluruh garis kontak dengan SDF selama 15 hari, setelah gencatan senjata sebelumnya yang berlangsung empat hari berakhir.
Kendati telah ada kesepakatan, komando SDF kembali menuduh tentara Suriah berupaya melancarkan ofensif skala besar terhadap Kobani dengan dukungan artileri dan drone Turki. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Berita Terkait:
-
Menhub Ajak Masyarakat Gunakan Diskon Tarif, Stimulus Bepergian
-
Pemkot Makassar dan Swasta Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa SD
-
Lando Norris Rebut Pole Position di GP Meksiko 2025
-
Terkena Puing Rudal Iran: Suriah Tutup Rapat Wilayah Udaranya
-
Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Asal Prancis di Lebanon
-
Dinkes Pasaman Barat Sidak Parsel dan Takjil, Cek Ketat Tanggal Kedaluwarsa
-
Polisi Garut Turun Tangan! Pengendara yang Merokok Langsung Ditertibkan, Denda Bisa Rp750 Ribu
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.