Transjakarta Blok M-Bandara Soetta Tarifnya Rp3.500, Pramono: Lebih Cepat dari Damri

Rabu, 04 Feb 2026, 15:40 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) lebih cepat dibandingkan Damri maupun taksi karena memanfaatkan jalur khusus. Meski melayani rute menuju bandara internasional, tarif yang dikenakan tetap sama dengan Transjakarta reguler, yakni Rp3.500 per perjalanan.

Pramono menyebut kehadiran rute ini memberikan alternatif transportasi murah dan efisien bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada moda bandara berbiaya tinggi. Ia menegaskan kebijakan tarif tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta memperluas akses transportasi publik terjangkau.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) lebih cepat dibandingkan Damri maupun taksi karena memanfaatkan jalur khusus. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

"Siapapun yang selama ini misalnya menggunakan Damri atau taksi, sekarang ini punya pilihan bisa menggunakan Transjakarta yang biayanya relatif murah, hanya Rp3.500, dan kemudian pasti lebih cepat karena punya jalur khusus," ujar Pramono, Rabu (4/2/2026).

Pramono mengungkapkan rute Blok M-Soetta dijadwalkan mulai beroperasi pada pekan depan. Peresmian layanan tersebut akan dilakukan langsung oleh dirinya sebagai bagian dari perluasan jaringan Transjabodetabek.

"Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M ke Soekarno-Hatta. Ini akan langsung dari Blok M ke Soekarno-Hatta," katanya.

Ia optimistis rute ini akan mendapat respons positif dari masyarakat, seperti yang terjadi pada rute Transjabodetabek P11 Blok M-Bogor yang saat ini hampir selalu dipadati penumpang. Menurutnya, tingginya minat publik menunjukkan perubahan pola mobilitas warga Jabodetabek ke arah transportasi massal.

"Saya yakin, saya berharap ini seperti rute Blok M ke Bogor. Sekarang hampir setiap hari busnya penuh," ucap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono menilai rute Blok M-Soetta berpotensi signifikan menekan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya mobil, untuk perjalanan menuju bandara. Ia menyebut kebiasaan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi masih menjadi salah satu penyebab utama kepadatan lalu lintas di jalur bandara.

"Artinya ini akan efektif untuk mencoba mengurangi masyarakat menggunakan transportasi pribadi seperti mobil dan sejenisnya," ujarnya.

Selain faktor tarif dan kecepatan, konektivitas kawasan Blok M menjadi keunggulan utama rute ini. Kawasan tersebut telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik seperti MRT Jakarta, Transjakarta koridor utama, serta jaringan angkutan pengumpan.

"Dari Blok M bisa ke mana saja. Apakah itu MRT, Transjakarta, dan sebagainya," kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta berharap integrasi antarmoda ini dapat mempermudah mobilitas penumpang pesawat, baik yang akan berangkat menuju bandara maupun yang baru tiba di Jakarta. Dengan sistem yang terhubung, perjalanan lanjutan dari dan ke bandara diharapkan semakin efisien.

Sementara itu, Pramono menyampaikan detail jalur operasional, titik pemberhentian, jadwal keberangkatan, serta skema teknis layanan Blok M-Soetta akan diumumkan lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Ia memastikan seluruh aspek operasional telah disiapkan untuk mendukung kelancaran layanan perdana.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan perluasan Transjabodetabek sebagai tulang punggung mobilitas kawasan aglomerasi. Ke depan, pengembangan rute lintas wilayah ini diharapkan memperkuat konektivitas Jabodetabek sekaligus mempercepat peralihan masyarakat ke transportasi umum berbasis massal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.