Mendag Berkomitmen untuk Perkuat Perdagangan Nasional

Rabu, 04 Feb 2026, 17:20 WIB

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat posisi perdagangan Indonesia di kancah global. Budi menilai penguatan sektor perdagangan harus dilakukan melalui optimalisasi pasar domestik sekaligus perluasan akses luar negeri.

Budi mengatakan, pemerintah berupaya keras membendung masuknya produk asing dengan meningkatkan kualitas serta daya saing barang produksi nasional. Strategi ini bertujuan agar produk lokal mampu mendominasi pasar dalam negeri yang memiliki potensi sangat besar.

Ket. Foto: Menteri Perdagangan Budi Santoso — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perdagangan

“Kondisi perdagangan saat ini menghadapi banyak dinamika. Pasar luar negeri memiliki banyak eskalasi tantangan yang harus kita hadapi," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (3/2).

"Kita juga perlu memikirkan faktor di dalam negeri seperti peningkatan daya saing produk lokal untuk mengisi pasar dalam negeri sekaligus mendorong ekspor,” imbuh dia.

Budi menjelaskan, produk Indonesia wajib memiliki standar kualitas tinggi agar mampu bersaing secara sehat. Kemampuan bersaing tersebut menjadi syarat utama untuk menjaga kedaulatan pasar domestik dari serbuan barang-barang impor.

“Kita memiliki pasar yang besar, mari kita isi dengan produk-produk dalam negeri. Syaratnya, produk kita harus mempunyai daya saing, dengan berdaya saing, kita mampu membendung produk asing,” kata Budi.

Budi memastikan, Kemendag secara aktif memfasilitasi pelaku usaha kecil agar mendapatkan ruang pemasaran yang luas pada ritel modern. Saat ini tercatat sekitar 80 persen komoditas di ritel modern merupakan hasil produksi para pelaku UMKM.

“Saat ini, 80 persen ritel modern sudah diisi produk UMKM. Hal ini menunjukkan kalau produk-produk UMKM kita mempunyai daya saing,” ucap Budi.

Pemerintah juga sukses menggerakkan konsumsi nasional melalui berbagai program belanja besar sepanjang tahun 2025 yang lalu. Program Every Purchase Is Cheap (EPIC) Sale berhasil mencatatkan total nilai transaksi fantastis mencapai angka mendekati Rp55 triliun.

Dua program besar lainnya yakni Harbolnas serta BINA Great Sale menyumbangkan transaksi masing-masing sebesar Rp36,4 triliun. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa minat masyarakat terhadap produk dalam negeri terus mengalami peningkatan.

Budi mengatakan, Kemendag berhasil merampungkan lima perjanjian internasional strategis untuk membuka jalan bagi produk lokal di dunia. Persetujuan kemitraan ekonomi tersebut mencakup wilayah Uni Eropa, Kanada, Peru, hingga kawasan Eurasia serta Tunisia.

“Kami ingin agar pelaku ekspor bukan hanya (pelaku usaha) yang besar. Pelaku usaha menengah dan kecil juga harus bisa ekspor,” ujar Budi.

Program pemberdayaan ekspor juga merambah ke wilayah pedesaan melalui inisiatif Desa BISA Ekspor yang sangat inovatif. Sebanyak 741 desa di seluruh penjuru tanah air telah terkurasi dan dinyatakan siap melakukan pengiriman barang.

Sementara itu, CEO Indonesian Business Council, Sofyan A Djalil, mengapresiasi langkah pemerintah dalam membuka ruang dialog kebijakan secara transparan. Sofyan berharap, komunikasi terbuka tersebut mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional khususnya pada sektor industri serta perdagangan.

“Dialog terbuka merupakan kesempatan yang baik untuk kita manfaatkan. Harapannya, lewat dialog, kita bisa memacu gerak ekonomi kita, khususnya terkait industri dan perdagangan,” ujar Sofyan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.