Kemenag Pastikan Kesejahteraan Guru Madrasah Ditingkatkan Bertahap

Rabu, 04 Feb 2026, 16:30 WIB

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk menyejahterakan guru madrasah, utamanya guru honorer dan yang belum sertifikasi, namun mesti dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran negara serta regulasi.

“Pemerintah sangat memperhatikan guru non-PNS, hanya memang tidak bisa serta-merta semuanya disertifikasi. Ini dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran,” ujar Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Fesal Musaad di Jakarta, Rabu (4/2).

Ket. Foto: Sejumlah siswa bersalaman dengan gurunya pada hari pertama masuk sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat, Aceh, Rabu (9/4). — Sumber: Antara

Pernyataan ini disampaikan Fesal merespons masalah pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menjadi isu hangat dalam beberapa hari terakhir.

Fesal Musaad mengatakan berdasarkan data Education Management Information System (EMIS) GTK per Januari 2026, terdapat 803.251 guru madrasah di seluruh Indonesia.

Dari jumlah itu, guru PNS sebanyak 111.939 orang, PPPK hampir 49 ribu orang, dan sisanya 652.246 orang berstatus non-ASN atau honorer yang mayoritas diangkat oleh yayasan.

Realitas itu tidak bisa dipisahkan dari fakta bahwa 95 persen madrasah di Indonesia berstatus swasta, karena dibangun dan dikelola oleh masyarakat atau yayasan. Kendati demikian, Kemenag harus afirmatif terhadap seluruh guru.

“Skemanya kita lakukan secara bertahap-tahap. Tapi saya yakin dan saya percaya di bawah kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar punya komitmen betul. Supaya ke depan itu seluruh guru non-PNS disertifikasi,” ujarnya.

Fesal menegaskan salah satu langkah pemerintah untuk menyejahterakan guru madrasah adalah akselerasi sertifikasi guru. Hingga Januari 2026 sebanyak 60 persen guru madrasah atau 482.331 orang telah tersertifikasi.

Kendati demikian, kata dia, upaya percepatan sertifikasi dan pengangkatan guru non-PNS menjadi PPPK memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) serta Kementerian Keuangan, karena adanya regulasi yang masih tumpang tindih.

“Dibutuhkan negosiasi tingkat tinggi antara Menteri Agama dengan Menteri PAN-RB dan Menteri Keuangan, karena ada regulasi yang perlu diubah agar bisa mengakomodasi guru-guru swasta,” katanya.

Bagi guru honorer yang belum tersertifikasi, menurut Fesal, Kemenag tetap memberikan afirmasi. Sepanjang 2025 pemerintah menggelontorkan Rp640 miliar untuk insentif bagi 427.200 guru non-PNS, masing-masing Rp250 ribu per bulan.

  • Guru madrasah

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.