Trump: AS Jajaki Kesepakatan dengan Petinggi Tertinggi Kuba

Selasa, 03 Feb 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (1/2), mengatakan bahwa Washington tengah bernegosiasi dengan pimpinan Kuba untuk mencapai sebuah kesepakatan, beberapa hari setelah ia mengancam perekonomian Kuba yang tengah terpuruk dengan blokade minyak secara de facto.

“Kuba adalah negara yang gagal. Sudah lama demikian, tetapi sekarang negara itu tidak lagi memiliki Venezuela untuk menopangnya,” kata Trump kepada wartawan di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida.

Ket. Foto: Sebuah bendera Kuba dan bendera AS berkibar di atap becak di Havana pada 30 Januari 2026. — Sumber: AFP/YAMIL LAGE

“Karena itu kami berbicara dengan orang-orang dari Kuba, para petinggi tertinggi di Kuba, untuk melihat apa yang akan terjadi. Saya pikir kami akan membuat kesepakatan dengan Kuba,” tambahnya, tanpa memberikan gambaran seperti apa bentuk kesepakatan tersebut.

Dikutip dari The Straits Times, Kementerian Luar Negeri Kuba tidak mengonfirmasi pernyataan Presiden AS tersebut dalam pernyataan yang dirilis di situs resminya pada 1 Februari. Namun, kementerian itu kembali menegaskan penolakannya terhadap anggapan bahwa pulau tersebut merupakan “ancaman bagi keamanan AS”.

Kuba secara tegas menyatakan tidak “menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer atau intelijen asing apa pun”, seraya menambahkan bahwa Havana bersedia “menjaga dialog yang saling menghormati dan bersifat timbal balik” dengan AS.

Pemerintahan kedua Trump terus meningkatkan tekanan terhadap negara pulau yang diperintah komunis di lepas pantai selatan Florida itu sejak penggulingan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari lalu. Venezuela sebelumnya merupakan sekutu dekat Havana sekaligus sumber utama ekspor minyak ke Kuba.

Pada 29 Januari, Presiden dari Partai Republik itu menandatangani perintah eksekutif yang mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba. Beberapa jam kemudian, pada 30 Januari, warga Kuba terlihat mengantre panjang di stasiun pengisian bahan bakar di Havana.

Kuasa usaha AS untuk Kuba sejak 2024, Mike Hammer, mengatakan saat berkunjung ke Kota Trinidad di Kuba bagian tengah pada akhir pekan lalu, ia menemui warga yang “meneriakkan sejumlah hinaan” kepadanya.

“Saya pikir mereka berasal dari partai tertentu, tetapi saya tahu mereka tidak mewakili rakyat Kuba, warga Kuba biasa,” kata Hammer dalam sebuah video yang diunggah di X, merujuk pada Partai Komunis Kuba.

  • Diplomasi AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.