- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Optimis Calon Kepala...
Trump Optimis Calon Kepala The Fed, Kevin Warsh Didukung Partai Demokrat
Senin, 02 Feb 2026, 01:05 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menilai, Kevin Warsh, calon pilihannya untuk memimpin Federal Reserve, akan memperoleh suara dan dukungan dari beberapa anggota Partai Demokrat di Senat. Trump menyebut Warsh sebagai figur yang berkualitas tinggi, seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengesahan.
âSaya pikir dia mungkin akan mendapatkan suara dari Partai Demokrat. Dia sangat bagus sehingga kemungkinan besar dia akan mendapatkan suara dari Partai Demokrat. Dia seharusnya mendapatkannya,â kata Trump, kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Sabtu (31/1).
Trump memilih Warsh, seorang mantan orang dalam Fed, pada 30 Januari ditunjuk untuk memimpin bank sentral ketika masa jabatan ketua Jerome Powell berakhir pada bulan Mei.
Masa jabatan Powell sebagai salah satu dari tujuh gubernur Fed berlanjut hingga tahun 2028. Warsh menghadapi proses konfirmasi yang berpotensi menimbulkan kontroversi.
Senator Partai Republik Thom Tillis pada 30 Januari mengatakan bahwa ia akan memblokir pengesahan tersebut sampai penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Powell âdiselesaikan sepenuhnya dan secara transparanâ.
Pada tanggal 30 Januari, Trump menyebut Tillis, yang telah menentang Presiden dalam beberapa isu, sebagai âpenghalangâ dan mengatakan bahwa pemerintahannya siap menunggu pengesahan Warsh hingga setelah Tillis meninggalkan Senat.
Tillis duduk di Komite Perbankan Senat, yang bertanggung jawab atas pengesahan para pejabat Fed.
Komite tersebut memiliki mayoritas tipis dari Partai Republik dengan perbandingan 13-11, sehingga kehilangan satu suara saja dapat menghambat proses pengajuan nominasi ke Senat penuh, di mana Partai Republik hanya memiliki mayoritas tiga suara.
Pada 31 Januari, Trump mengisyaratkan bahwa Warsh bisa mendapatkan pengesahan bahkan tanpa dukungan Tillis, tetapi tidak memberikan rincian tentang Demokrat mana yang mungkin mendukung kandidatnya.
Departemen Kehakiman sendiri memulai penyelidikannya terhadap Powell. Pada bulan Januari, fokusnya adalah pada pembengkakan biaya dalam proyek renovasi gedung di kantor pusat Federal Reserve di Washington.
Tekan Bank Sentral
Powell pun membantah melakukan kesalahan apa pun dan menggambarkan penyelidikan tersebut sebagai âdalihâ untuk menekan bank sentral terkait kebijakan moneter.
Trump menuntut agar The Fed melakukan pemotongan suku bunga besar-besaran untuk membantu merangsang perekonomian, dan menyebut Powell âterlambatâ karena ragu-ragu untuk mematuhinya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.