Presiden Sebut Bogor dan Balikpapan Semrawut oleh Baliho, Spanduk, dan Kabel Listrik
Senin, 02 Feb 2026, 17:47 WIBKABUPATEN BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti semrawutnya baliho, spanduk iklan, dan kabel listrik di sejumlah daerah karena dinilai merusak estetika kota serta mengganggu kenyamanan publik.
Presiden menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
âDalam rangka Indonesia Asri, terus terang saja saya minta kepada pemerintah daerah tolong tertibkan iklan, spanduk, baliho. Terlalu banyak,â kata Presiden.
Ia menilai kondisi visual kota di berbagai daerah menjadi seragam dan kehilangan keindahan karena dipenuhi spanduk dan baliho berukuran besar.
âKalau saya ke Balikpapan, saya ke Banjarmasin, hampir tidak ada bedanya. Spanduk, spanduk, spanduk,â ujarnya.
Presiden juga mencontohkan kondisi serupa di kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, yang menurutnya masih dipenuhi baliho dan spanduk di sepanjang jalan.
âKalau saya naik ke Hambalang, spanduk juga, spanduk, spanduk,â kata Presiden.
Menurut Presiden, penataan ruang publik memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pariwisata, karena wisatawan datang untuk menikmati keindahan daerah dan karakter lokal, bukan dominasi iklan komersial.
âOrang datang ke Bali ingin lihat Bali. Dia tidak ingin lihat iklan besar-besar,â ujarnya.
Selain baliho dan spanduk, Presiden turut menyinggung persoalan kabel listrik dan utilitas yang menjuntai tidak tertata di ruang publik.
âKabel-kabel listrik seliweran, semrawut. Ini harus dibenahi,â kata Presiden.
Presiden meminta kepala daerah melakukan penertiban dengan pendekatan dialog dan musyawarah, bukan secara represif, dengan melibatkan pelaku usaha dan asosiasi terkait.
âAjak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, asosiasi pengusaha. Bikin iklan yang sopan, ini untuk kita semua,â ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan usaha tetap perlu difasilitasi, namun harus sejalan dengan kepentingan publik, tata kota yang tertib, serta upaya menjaga keindahan dan identitas daerah.
Arahan tersebut menjadi penekanan Presiden kepada pemerintah daerah agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas ruang publik dan keberlanjutan lingkungan perkotaan.
- Presiden
- Balikpapan
- Bogor
- Semrawut
- Baliho, Reklame, dan Kabel Listrik
- baliho, spanduk, dan kabel listrik
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Sapi kurban bantuan Presiden di Bandung Barat
-
Uji coba bus listrik di Bogor
-
Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Alam
-
BRI Life Dorong Keberlanjutan Lewat Program Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan
-
Samsat Bekasi Beri Hadiah Warga yang Taat Bayar Pajak
-
Lama Hiatus, Feby Febiola Kembali Berakting lewat Film Horor “Kuasa Gelap: Perjanjian Darah”
-
HUT Bogor, Malam Ini Jalan Tegar Beriman Ditutup, Cari Jalan Lain
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.