Pemprov Terus Tingkatkan Teknologi Pengendalian Lingkungan

Senin, 02 Feb 2026, 04:05 WIB

JAKARTA – Kemampuan teknologi pengendalian lingkungan Pemprov Jakarta terus ditingkatkan. Langkah ini sebagai komitmen pengelolaan lingkungan di RDF Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat.

“Peningkatan teknologi ini, kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara,” kata Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, Minggu. Menurutnya, RDF Plant Rorotan telah melakukan peningkatan sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Ket. Foto: Petugas memeriksa ruangan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) di kawasan Metland, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiapkan tiga SPKU yang terpasang sekitar radius lima kilometer dari RDF Plant Rorotan untuk memantau kualitas udara akibat kegiatan RDF Rorotan. — Sumber: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Untuk itu, RDF Rorotan, kata Asep, saat ini telah terpasang empat alat penetral bau tak sedap (deodorizer),  tadinya baru tiga. Alat ini untuk menekan bau sejak dari sumber proses sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar. Selain mesin “deodorizer,” lanjut Asep, fasilitas RDF Plant Rorotan juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.

Berbagai perangkat tersebut, kata Asep, antara lain alat pemisah partikel padat (cyclone),  sistem pengepul debu industri (baghouse filter) dan alat pengendali polusi udara yang menggunakan cairan (wet scrubber) masing-masing sebanyak enam unit.

Asep menambahkan, sistem ini diperkuat dengan dua “wet scrubber” tahap kedua, dua pengendali pencemaran udara (wet electrostatic precipitator), dan dua filter karbon aktif. Kemudian, ada delapan kipas mekanis industri  (induced draft fan), serta dua cerobong yang dirancang untuk pelepasan emisi secara aman terkendali.

Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang untuk memastikan proses operasional RDF Plant Rorotan memenuhi standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku. “Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung,” katanya.

Dengan pengawasan ini, Asep ingin memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Asep menegaskan, Pemprov Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan. Selain itu, juga menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar fasilitas.

Banjir

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyatakan bahwa banjir masih merendam sembilan rukun tetangga (RT) dan satu ruas jalan di Jakarta Barat dan Utara, Minggu kemarin. “Ketinggian genangan 10-20 sentimeter,” kata kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, Minggu.

Menurutnya, hujan yang terjadi di wilayah Jakarta dan meluapnya Kali Semongol menyebabkan banjir kembali terjadi, terutama di dua RT Jakarta Barat. Untuk tujuh RT lainnya di Jakarta Utara, kata Yohan, ketinggian air sekitar 10 cm. Genangan ini karena curah hujan tinggi, luapan kali Kali Angke dan Kali Nagrak.

“Sedangkan untuk jalan banjir menerpa Jalan Kamal Raya, Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat dengan ketinggian 15 cm,” ujarnya. Yohan menambahkan, banjir yang terjadi juga menyebabkan 350 warga mengungsi ke Masjid Nurul Jannah 125 jiwa dan SD Robiatul Adawiyah 225 jiwa.

Sebelumnya, Yohan mengeklaim banjir yang merendam sebagian Ibu Kota beberapa hari terakhir, telah surut. Tapi ini hanya klaim sepihak. Menurutnya, ketinggian air banjir akhir Januari mencapai 3,5 meter beberapa titik di Jakarta Timur karena meluapnya Sungai Ciliwung.

Banjir yang sempat menggenangi 39 RT Jumat (30/1) tersebut disebabkan hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya sehingga muka air naik di beberapa pos pantau. Yohan menambahkan, berkat upaya kolaboratif sejumlah instansi terkaitbanjir pelan-pelan surut. Masyarakat juga dilibatkan dalam pengendalian banjir.

Meski dipastikan telah surut, BPBD tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi banjir. “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112 yang beroperasi selama 24 jam,” tandasnya.

  • RDF Rorotan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.