Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah
Senin, 02 Feb 2026, 03:04 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah meski hingga saat ini belum ada kasus penularannya di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes Murti Utami, menjelaskan penyakit virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki inang pada kelelawar buah. Virus ini dapat menular melalui perantara hewan lain (seperti babi) melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau nira).
âHingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa,â kata Murti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/2).
Selain itu, Murti juga memaparkan hasil penelitian di Indonesia yang menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada inang alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia.
âPenularan antar manusia juga dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Manifestasi klinis bervariasi, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis (peradangan) yang dapat berakibat kematian,â ujar dia.
Oleh karena itu, Murti mengingatkan kepada dinas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi untuk terus memantau dan verifikasi tren kasus suspek meningitis/ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, dan pneumonia.
Nira atau Aren
Sebagai langkah kewaspadaan terhadap penyakit yang ditimbulkan akibat virus nipah, Murti juga mengimbau agar masyarakat tidak mengkonsumsi nira atau aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengkontaminasi sadapan aren atau nira pada malam hari.
âOleh karena itu, sebelum mengkonsumsi aren/nira, sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Kemudian, cuci dan kupas buah secara menyeluruh, serta buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar,â tuturnya.
Untuk diketahui, kasus akibat virus nipah kembali terjadi di India. Per 26 Januari 2026, telah dilaporkan sebanyak dua kasus konfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, negara bagian West Bengal. Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Saat ini, telah diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semua telah dikarantina sambil terus dilakukan investigasi.
Sementara itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan pihaknya saat ini masih menunggu kebijakan Kemenkes terkait virus Nipah. âKalau dari Kemenkes sudah mengeluarkan peringatan tertentu kepada kami, nanti kita ambil langkah-langkah selanjutnya,â ucap Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di sela Bali Ocean Days 2026 di Kabupaten Badung, Bali, akhir pekan kemarin.
Ni Luh Puspa mengaku tak ingin salah mengambil langkah dalam menyikapi kemunculan Virus Nipah di luar negeri.
Saat ini tindakan yang sudah dilakukan di area rentan penyebaran, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai telah dipasang thermal scanner untuk memeriksa suhu wisatawan mancanegara yang masuk Bali. Itu pun merupakan langkah-langkah Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan di bawah ÂKemenkes. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pangkalan Militer Rahasia Area 52 Digoyang Serangkaian Gempa Bumi
-
Rumor Berkembang Spanyol akan Membeli Jet Tempur Siluman KAAN Turki, Tinggalkan F-35 AS
-
Perbankan Indonesia Tahan Guncangan Global, OJK Sebut Permodalan Sangat Solid
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
Rantai Pasok Pangan Nasional Secara Struktural Sangat Rentan
-
Bantuan sosial Imlek 2026
-
Percepatan perbaikan jalan di jalur mudik Tulungagung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.