BPS Proyeksikan Produksi Beras Tembus 10,16 Juta Ton pada Triwulan I 2026
Senin, 02 Feb 2026, 20:40 WIBJakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi padi nasional pada periode Januari hingga Maret atau triwulan I 2026 mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG), yang setara dengan 10,16 juta ton beras.
"Potensi produksi beras pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 1,39 juta ton atau 15,79 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya," ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/2).
Dijelaskan dia, potensi luas panen padi pada periode itu diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare. Luasan tersebut meningkat sekitar 0,44 juta hektare atau 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.â
Peningkatan luas panen ini katanya, menjadi faktor utama pendorong kenaikan produksi padi dan beras nasional pada awal 2026.â
Sementara itu, sepanjang tahun 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. â
BPS juga melaporkan bahwa realisasi luas panen padi pada Desember 2025 mencapai 0,44 juta hektare, meningkat 22,29 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 0,36 juta hektare.â
Dengan demikian, total luas panen padi sepanjang 2025 mencapai 11,32 juta hektare atau naik 12,69 persen secara tahunan.ââ
Sejalan dengan kenaikan luas panen, produksi padi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,44 juta ton GKG, atau meningkat 22,23 persen dibandingkan Desember 2024. â
Secara kumulatif, produksi padi nasional sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton GKG, naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. â
Lebih lanjut, pihaknya mencatat, rata-rata produktivitas padi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 53,18 kuintal per hektare, meningkat 0,28 kuintal per hektare atau 0,54 persen dibandingkan 2024.
Selain padi, BPS melaporkan realisasi luas panen jagung pada Desember 2025 mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 1,68 persen dibandingkan Desember 2024.
Ia menyampaikan secara kumulatif, luas panen jagung sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta hektare atau meningkat 6,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.ââ
Secara rinci ia menjelaskan, produksi jagung pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,04 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen, turun 3,47 persen dibandingkan Desember 2024.
Namun demikian, secara keseluruhan produksi jagung nasional sepanjang 2025 mencapai 16,16 juta ton atau meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024.
Di sisi lain, BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Januari 2026 berada di angka 123,6 atau turun 1,4 persen dibandingkan Desember 2025.
Penurunan NTP dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani yang turun 1,85 persen, lebih dalam dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,45 persen.
BPS juga mencatat adanya kenaikan rata-rata harga beras di seluruh rantai pasok. Pada Januari 2026, harga beras di tingkat penggilingan naik 0,75 persen secara bulanan, di tingkat grosir meningkat 0,40 persen, dan di tingkat eceran naik 0,16 persen.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Produksi Naik Tapi Tipis! BPS Ingatkan Waspada Cuaca di Triwulan II
-
Italia Tarik Pasukan Perdamaian dari Timur Tengah
-
Solok Punya Peran Strategis, Produksi Bawang 500 Ton Per Hari, Surplus 16 Juta Ton Beras
-
Kepala Puskesmas Moro Jalani Asesmen Narkoba di BNNP Kepri
-
PT KAI: Pengguna LRT Jabodebek Maret 2026 Meningkat
-
Dirut Bulog Segera Koordinasikan Temuan Cabai Rp140 Ribu/Kg ke Asosiasi
-
Bayern dan Kane Kejar Rekor, Gladbach Datang di Saat yang Salah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.