Pasar FMCG E-commerce Indonesia Tembus Rp128 Triliun di 2025, Konsumen Beralih ke Belanja Berbasis Gaya Hidup

Minggu, 01 Feb 2026, 17:00 WIB

JAKARTA – Pasar Barang Konsumsi Cepat Laku (fast moving consumer goods/FMCG) di e-commerce Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa pada tahun 2025. Laporan terbaru Compas.co.id FMCG E-commerce Outlook Report 2026 mencatat total nilai penjualan (YTD November 2025) menembus angka 128 triliun rupiah, tumbuh signifikan sebesar 27,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan konsumsi, namun juga pergeseran fundamental perilaku belanja konsumen dari sekadar transaksional menjadi bagian dari rutinitas gaya hidup (habitual buying).

Ket. Foto: Informasi pertumbuhan nilai penjualan FMCG 2024-2025. Pasar FMCG di e-commerce Indonesia menunjukkan ketangguhan pada 2025 dengan nilai penjualan mencapai 128 triliun rupiah. Laporan Compas.co.id mencatat pergeseran perilaku konsumen ke belanja berbasis gaya hidup dan habitual buying. — Sumber: Compas.co.id

“Tahun 2025 membuktikan bahwa pasar digital Indonesia semakin matang. Kita melihat konsumen tidak lagi hanya berbelanja kebutuhan dasar, tetapi berinvestasi pada kualitas hidup. Mulai dari kenyamanan rumah, perawatan diri yang holistik, hingga stok kebutuhan dapur yang lebih cerdas. Ini adalah sinyal kuat bagi brand untuk menyesuaikan strategi mereka di tahun 2026,” ucap CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata melalui keterangannya pada hari Jumat  (30/1).

Disrupsi Platform: Shop Tokopedia Group Melesat Salah satu temuan paling menonjol adalah perubahan peta kekuatan platform. Meskipun Shopee tetap memimpin pangsa pasar dengan 55,9%, Shop Tokopedia Group muncul sebagai mesin pertumbuhan baru dengan lonjakan nilai transaksi sebesar 60%, mencapai 50,2 triliun rupiah. Hal ini menandakan keberhasilan model Discovery Commerce yang mengintegrasikan konten hiburan dengan belanja.

Tren Kategori: Dari Kopi hingga Perawatan Tubuh Laporan Compas.co.id juga menyoroti beberapa tren kategori yang mendefinisikan tahun 2025:

1. F&B (Makanan Minuman): Fenomena Belanja Grosir Kategori ini tumbuh 31% menjadi 26,2 Triliun rupiah. Pertumbuhan ini didorong oleh perubahan perilaku konsumen yang beralih ke pembelian bulk (ukuran besar/karton).

Kategori Kopi mencatat rekor pertumbuhan 120%, mengindikasikan budaya ngopi yang semakin kuat di rumah.

2. Beauty (Kecantikan): Wangi adalah Kebutuhan Primer Kecantikan masih menjadi kategori terbesar dengan kontribusi 52,1% . Menariknya, kategori parfum & Wewangian tumbuh 53% mencapai 6,1 triliun rupiah, menandakan wewangian telah menjadi kebutuhan esensial harian.

3. Homecare: Revolusi Kenyamanan Rumah Kategori perlengkapan rumah tangga tumbuh 30% mencapai 4 Triliun rupiah. Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh Pengharum Ruangan (+65%), menunjukkan konsumen berinvestasi pada suasana (ambiance) tempat tinggal mereka.

4. Health: Cantik dari Dalam Kesadaran preventif mendorong pertumbuhan kategori kesehatan sebesar 21%. Sub-kategori Suplemen Kecantikan melonjak 81%, mengonfirmasi tren wellness yang menggabungkan kesehatan dan kecantikan.

Outlook 2026: Strategi Berbasis Data Menyambut tahun 2026, Compas.co.id memproyeksikan tren pertumbuhan akan berlanjut dengan fokus pada retensi konsumen melalui strategi bundling dan pemanfaatan multi-channel.

“Brand tidak bisa lagi mengandalkan satu strategi untuk semua channel. Data kami menunjukkan audiens di setiap marketplace memiliki karakter dan pemicu pembelian yang berbeda. Outlook Report 2026 ini kami hadirkan sebagai Kompas bagi para pemimpin bisnis untuk menavigasi peluang tersebut,” terang Narendrata.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.