Pertamina Pasang Strategi Kembar Hadapi Tantangan Ketahanan Energi

Minggu, 24 Mei 2026, 18:50 WIB

JAKARTA – Menjaga ketahanan energi nasional menjadi tantangan strategis di tengah meningkatnya kebutuhan energi, fluktuasi harga global, dan transisi menuju energi bersih.

Ketergantungan yang tinggi terhadap impor energi fosil membuat perekonomian rentan terhadap gejolak geopolitik dan perubahan harga internasional, sehingga diversifikasi sumber energi menjadi semakin penting.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kilang migas lepas pantai Pertamina Hulu Mahakam di perairan Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA/ HO-Pertamina

Di sisi lain, penguatan ketahanan energi tidak hanya soal ketersediaan pasokan, tetapi juga menyangkut efisiensi konsumsi, pembangunan infrastruktur distribusi, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Jika dikelola konsisten, ketahanan energi dapat menjadi fondasi stabilitas ekonomi jangka panjang sekaligus mendukung target keberlanjutan lingkungan.

Namun tanpa kebijakan yang terintegrasi, risiko defisit pasokan dan tekanan subsidi energi berpotensi terus membebani keuangan negara.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus berkontribusi pada program transisi energi melalui implementasi strategi Dual Growth Strategy.

Adapun yang dimaksud dengan “Dual Growth Strategy” adalah memaksimalkan bisnis inti migas dan mengembangkan bisnis rendah karbon secara berkelanjutan.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujar Direktur Manajemen Risiko PHE Whisnu Bahriansyah dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (24/5).

Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, lanjut dia, Pertamina memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan.

Whisnu memaparkan, sebagai tulang punggung sektor hulu migas nasional, PHE saat ini berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap produksi gas nasional. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 27 persen blok migas di Indonesia.

Dalam operasionalnya pada tahun 2025, PHE mencatatkan produksi minyak sebesar 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Kinerja tersebut didukung oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, well service 37.266 sumur, serta 1.288 kegiatan workover.

Di sisi berkontribusi pada transisi energi, perusahaan terus memperkuat inisiatif keberlanjutan melalui berbagai program strategis. PHE berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program CSR, serta mencatatkan pengurangan emisi karbon sebesar 1.619.564 ton CO₂e.

Perusahaan juga terus mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bekerja sama dengan mitra global. Hingga tahun 2030, total kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.

Berbagai capaian strategis telah diraih sepanjang 2024–2025. Di antaranya: dimulainya proyek injeksi CO₂ Sukowati dengan estimasi peningkatan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel; penemuan sumber daya 2C di Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE); implementasi Multi Stage Fracturing pertama di sumur horizontal Kotabatak.

Pencapaian lainnya yakni pengembangan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR); onstream Greenfield Akasia dengan produksi awal mencapai 3.200 BOPD; produksi Lapangan Padang Pancuran I dengan estimasi cadangan 1,1 juta barel minyak. Selain itu pengembangan proyek EOR Chemical di Area Minas; onstream Area of Interest Sisi Nubi dengan kapasitas produksi 70 MMSCFD; dan pengembangan sumur Step Out Abab sebagai bagian dari revitalisasi brownfield.

Memasuki tahun 2026 dan seterusnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, Eksplorasi Laut Dalam (Deepwater) di Natuna Timur, hingga proyek pengembangan lapangan migas non konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan.

Di bidang inovasi, perusahaan juga mengembangkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, integrasi manajemen aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efektif dan efisien. Sementara itu, pengembangan proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon hingga 2,9 gigaton.

“PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.