Pembangunan Fisik Bakal Kodam Kalsel Segera Dimulai
Jumat, 30 Jan 2026, 00:46 WIBJAKARTA - Pembangunan fisik bakal Komando Daerah Militer (Kodam) di Kalimantan Selatan (Kalsel) segera dimulai tahun ini. "Sesuai dengan rencana strategis pemekaran Kodam baru pada tahun 2027, maka sudah seharusnya pembangunan fisik dimulai tahun ini," kata anggota DPR, Bambang Heri Purnama. Dia mendukung sepenuhnya.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan I ini menyebut, lahan seluas hampir 10 hektare telah disiapkan di Kota Banjarbaru. Bahkan saat ini sudah dalam tahap land clearing atau pembersihan lahan untuk siap pakai. Bambang menyatakan juga telah mengusulkan kepada pimpinan Komisi I DPR agar ada penambahan peralatan penunjang bagi Korem 101/Antasari seperti alat angkut dan alat berat.
Peralatan ini dimaksudkan untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor serta kebakaran lahan yang diprediksi masih menjadi tantangan dalam dua tahun ke depan di Kalimantan Selatan. Sebelumnya rombongan 11 anggota legislatif dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyambangi Korem 101/Antasari di Banjarmasin.
Selain meninjau kesiapan personel pasca perpindahan komando dari Kodam VI/Mulawarman ke Kodam XXII/Tambun Bungai, para legislator juga fokus pada peran TNI dalam penanggulangan bencana. Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menyatakan jajarannya berkomitmen penuh mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto mulai ketahanan pangan hingga makan bergizi gratis.
Namun, ia tidak menampik adanya keterbatasan material di lapangan terutama dalam mendukung penanggulangan bencana seperti banjir dan karhutla (kebakaran hutan dan lahan). "Terima kasih kepada Komisi I DPR RI yang telah memberikan atensi peningkatan alutsista termasuk untuk dukungan penanganan bencana," ucap Danrem.
Kalsel Kendalikan Inflasi
Pada bagian lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengakselerasi penguatan sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pangan sekaligus sebagai upaya mengendalikan inflasi daerah. Hal ini dilakukan melalui gerakan tanam hortikultura cabai dan bawang merah di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menegaskan cabai dan bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga dan berdampak langsung pada inflasi daerah.
âKetika pasokan terganggu, dampaknya langsung terasa di pasar. Karena itu, menjaga kesinambungan tanam menjadi langkah paling rasional dalam pengendalian harga,â kata Syamsir di Banjarbaru, Kamis.
Dikatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari intervensi langsung pemerintah dalam memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga di pasaran.Â
Gerakan tanam tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Wakil Bupati Banjar, perangkat kecamatan dan desa, kelompok tani Bina Tani, hingga Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
- kodam kalsel
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.