Konektivitas Sumatera Digenjot, Tol Jambi–Sengat Jalan Terus
Jumat, 30 Jan 2026, 21:05 WIBJAMBI â Pembangunan Jalan Tol JambiâSengat memiliki arti strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Sumatra bagian tengah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, khususnya bagi distribusi komoditas unggulan seperti perkebunan, pertanian, dan hasil industri daerah.
Dari perspektif pembangunan jangka panjang, tol JambiâSengat berperan membuka akses kawasan hinterland yang selama ini relatif terisolasi, sehingga meningkatkan daya tarik investasi dan mempercepat pengembangan pusat-pusat ekonomi baru.
Selain itu, infrastruktur ini juga menjadi bagian penting dari jaringan Tol Trans-Sumatra yang dirancang untuk memperkuat integrasi ekonomi antardaerah dan meningkatkan daya saing wilayah secara nasional.
Pemerintah mendukung PT Hutama Karya (HK) Persero untuk melanjutkan pembangunan tol Jambi - Rengat, Riau yang direncana pembangunannya sepanjang 198,13 KM pada program rencana Tahap II.
âRuas tol Jambi-Rengat dinilai penting memperkuat keterhubungan Jambi dengan wilayah Riau untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II,â kata Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangan resminya Jumat (30/1).
Pada koridor ini, Hutama Karya menggarap Ruas Tol BetungâTempinoâJambi sepanjang 170,70 KM sekaligus merencanakan pembangunan Ruas Tol JambiâRengat, yang diharapkan memperlancar mobilitas orang dan barang, memperkuat keterhubungan antarprovinsi, serta mendorong aktivitas ekonomi antarkawasan di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, hingga Riau.
Ruas Tol BetungâTempinoâJambi saat ini berada pada beberapa tahapan, mulai dari segmen yang sudah beroperasi hingga pekerjaan konstruksi yang masih berjalan. Segmen Bayung LencirâTempino sepanjang 34,10 KM dan segmen TempinoâNess sepanjang 18,49 KM telah beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung mencakup 118,14 KM, terdiri atas Seksi 1 (BetungâTungkal Jaya) sepanjang 62,38 KM dan Seksi 2 (Tungkal JayaâBayung Lencir) sepanjang 55,76 KM.
âPembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan pelaku usaha,â kata Mardiansyah.
Berdasarkan data progres lahan dan konstruksi, Seksi 1A mencatat pembebasan lahan 48,32% dan progres konstruksi 57,64 persen dengan target penyelesaian Kuartal I 2027.
Seksi 1B mencapai pembebasan lahan 41,14 persen dan progres konstruksi 13,39 persen dengan target penyelesaian Kuartal I 2027, pada Seksi 2, Seksi 2A mencatat pembebasan lahan 28,45 persen dan progres konstruksi 22,03 persen dengan target penyelesaian Kuartal IV 2027, sedangkan Seksi 2B mencapai pembebasan lahan 40,48 persen dan progres konstruksi 22,37 persen dengan target penyelesaian Kuartal IV 2027.
Perkembangan kedua proyek ini turut didukung melalui agenda kunjungan kerja pada Kamis (29/1) ke Gerbang Tol (GT) Pijoan, Tol Betung-Jambi dalam rangka peninjauan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan agar pelaksanaan pembangunan selaras dengan kebutuhan konektivitas wilayah dan kelancaran distribusi logistik.
Pada kunjungan tersebut turut hadir anggota dewan Komisi V DPR RI, di antaranya A. Bakri, Edi Purwanto, Yasti Soepredjo Mokoagow, Sriyanto Saputro, Supriyanto, Mori Hanafi, Syarief Abdullah Alkadrie, serta Fauzia Helga Tampubolon.
Kemudian juga turut mendampingi Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dedy Gunawan, Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan, EVP Divisi Perencanaan Jalan Tol Iwan Hermawan, Perwakilan Pemerintah Provinsi Jambi, serta jajaran pejabat lainnya.
Sebagai kelanjutan koridor ini, Hutama Karya juga menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol JambiâRengat sepanjang 198,13 km (program rencana Tahap II).
Ruas lanjutan ini dinilai penting untuk memperkuat keterhubungan Jambi dengan wilayah Riau dan kawasan-kawasan produktif di sekitarnya, termasuk pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri di sekitar Sungai Enok yang berkembang pada sektor kelapa sawit dan perikanan.
Penguatan konektivitas juga berpotensi membuka akses yang lebih andal menuju destinasi strategis dan bernilai sejarah maupun konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.
Keberlanjutan koneksi hingga JambiâRengat juga diperlukan untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah yang selama ini masih kerap terkendala oleh keterbatasan kualitas dan kapasitas jaringan jalan eksisting.
âMelalui pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendukung daya saing ekonomi wilayah,â kata Mardiansyah.
- PT Hutama Karya (Persero)
- Tol Jambi–Sengat
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Memperingati Hari Kartini 2025: Bersama Srikandi Tangguh dan Profesional yang Menginspirasi
-
Peduli Masyarakat: Sobat Aksi Ramadan Hutama Karya Berbagi di Sekitar Jalan Tol Padang Sicincin
-
Kepala BPJPH: Sertifikasi Halal UMK Butuh Dukungan Pemda
-
Seekor Anak Gajah Mati Diduga Keracunan di Kawasan Hutan Produksi Bener Meriah
-
Australia Cabut Pengenaan BMAD Kaca Apung Bening RI, Sinyal Bagus buat Eksportir
-
Program Mudik Gratis BUMN 2025: Hutama Karya Berangkatkan 480 Pemudik ke 7 Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.