Gubernur Pramono Resmikan Taman Roci, Spot Nongkrong Baru Warga Cilincing

Jumat, 30 Jan 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Roci (Rorotan-Cilincing) di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1). Peresmian ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperluas dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

Pramono menegaskan, pengembangan ruang terbuka hijau kini tidak lagi hanya fokus pada taman berukuran besar. Ia mendorong pembangunan taman-taman kecil yang tersebar di permukiman agar manfaatnya lebih merata dan langsung dirasakan warga.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Roci (Rorotan-Cilincing) di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Menurutnya, taman berskala kecil tetap memiliki dampak besar bagi kualitas lingkungan dan kesehatan sosial masyarakat. Keberadaan taman seperti Taman Roci dinilai mampu menjadi ruang interaksi warga sekaligus penyangga ekosistem perkotaan.

"Kalau dulu yang dibuat besar-besar, sekarang yang kecil pun selama membawa manfaat bagi masyarakat saya izinkan untuk dikembangkan. Taman Roci ini salah satu contohnya," ujar Pramono.

Ia menyebut, jumlah taman lingkungan yang sedang dibangun cukup banyak. Bahkan, jika seluruh taman tersebut diresmikan satu per satu, peresmian bisa dilakukan hampir setiap pekan.

"Mungkin kalau semuanya diresmikan, hampir setiap minggu pasti ada peresmian karena jumlahnya banyak sekali," lanjutnya.

Pramono juga menekankan bahwa pembangunan Taman Roci merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Kerja sama melibatkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, serta partisipasi masyarakat sekitar.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan ruang publik yang fungsional dan berkelanjutan. Dengan sinergi ini, penataan lingkungan tidak hanya bersifat proyek fisik, tetapi juga membangun rasa memiliki warga terhadap fasilitas publik.

Sebelum direvitalisasi, kawasan Taman Roci merupakan lahan terbuka yang belum tertata dengan baik. Kondisi tersebut membuat potensi lahan belum termanfaatkan secara optimal bagi kepentingan publik.

Setelah ditata, kawasan tersebut kini berubah menjadi ruang terbuka hijau yang ramah warga. Pramono berharap perubahan ini tidak berhenti pada seremoni peresmian semata.

"Alhamdulillah, sekarang bisa menjadi ruang terbuka hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan yang paling penting, taman ini harus dirawat dan dijaga, jangan sampai kemudian hanya menjadi seremonial," tegasnya.

Taman Roci dibangun di atas lahan seluas sekitar 2.700 meter persegi. Area ini dirancang sebagai ruang publik multifungsi yang menggabungkan aspek rekreasi, edukasi, dan konservasi lingkungan.

Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan untuk menunjang aktivitas warga. Fasilitas tersebut meliputi kolam retensi, area bermain anak, gazebo, plaza terbuka, area urban farming, toilet umum, serta shelter.

Keberadaan kolam retensi menjadi salah satu elemen penting dalam desain taman. Fasilitas ini berfungsi membantu pengelolaan air hujan dan mengurangi potensi genangan di lingkungan sekitar.

Selain itu, Taman Roci juga menghadirkan area tematik kelinci. Area ini dirancang sebagai sarana edukasi lingkungan yang menyasar anak-anak agar lebih dekat dengan konsep ruang hijau dan pelestarian alam.

Pemprov DKI Jakarta menilai konsep taman tematik seperti ini dapat meningkatkan daya tarik ruang terbuka hijau. Dengan pendekatan edukatif, taman tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga ruang belajar informal bagi masyarakat.

Secara konsep, Taman Roci mengintegrasikan fungsi ekologis dan sosial. Ruang hijau ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas udara, menjaga keseimbangan lingkungan, serta memperkuat interaksi sosial warga Rorotan dan sekitarnya.

Pramono menegaskan, pengembangan taman lingkungan akan terus dilanjutkan di berbagai wilayah Jakarta. Ia menyebut pemerataan ruang terbuka hijau menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan kota berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan taman kecil di tengah permukiman memiliki nilai strategis. Warga tidak perlu pergi jauh untuk menikmati ruang hijau, sehingga akses terhadap fasilitas publik menjadi lebih inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak angin kencang di Kelurahan Rorotan. Bantuan diberikan kepada warga dari enam RW dengan total penerima sebanyak 100 pemilik bangunan.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemprov DKI Jakarta terhadap bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan warga terdampak mendapatkan dukungan pemulihan secara bertahap.

Pramono menegaskan, pembangunan ruang hijau dan penanganan dampak bencana menjadi dua agenda yang berjalan paralel. Keduanya dinilai saling berkaitan dalam menciptakan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Ia berharap kehadiran Taman Roci dapat menjadi contoh pengelolaan ruang publik berbasis kebutuhan warga. Model ini direncanakan direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan karakter lingkungan setempat.

Dengan diresmikannya Taman Roci, Pemprov DKI Jakarta menargetkan peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Fokus diarahkan pada penciptaan ruang hijau yang mudah diakses, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Ke depan, Pramono meminta seluruh pihak untuk menjaga fasilitas publik yang telah dibangun. Ia menilai keberhasilan ruang terbuka hijau tidak hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam merawatnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.