Trading Halt Jadi Alarm: IHSG Dibekukan, Ekonom Sebut Ini Waktu Tepat Benahi Pasar Saham

Rabu, 28 Jan 2026, 16:45 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam hingga menembus 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1), sehingga memicu pemberhentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia.

Tekanan tersebut mencerminkan meningkatnya sentimen negatif di pasar, baik akibat faktor global maupun kekhawatiran investor terhadap kondisi domestik. Aksi jual yang berlangsung cepat dan masif menunjukkan tingginya tingkat kepanikan pasar, sehingga mekanisme trading halt menjadi instrumen penting untuk menahan laju volatilitas sekaligus memberi ruang bagi pelaku pasar mencerna informasi secara lebih rasional.

Ket. Foto: Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). — Sumber: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Peristiwa ini menjadi sinyal bahwa stabilitas pasar modal masih rentan terhadap perubahan persepsi, sehingga membutuhkan penguatan kepercayaan melalui kebijakan yang konsisten dan komunikasi yang kredibel dari otoritas terkait.

Menanggapi hal ini, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pelemahan itu terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global serta sentimen kehati-hatian investor pasar saham Indonesia seiring pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Beberapa catatan dari MSCI belakangan, terutama terkait transparansi pasar saham Indonesia ini perlu dilihat secara konstruktif. Koreksi pasar saat ini harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan struktur pasar saham Indonesia secara lebih serius," kata Fakhrul di Jakarta, Rabu (28/1).

Ia memandang ke depan, Bursa Efek Indonesia (BEI) harus memberikan tata kelola yang baik di pasar saham sehingga harga saham bisa mencerminkan fundamental yang ada.

"Kondisi yang baik bisa meningkatkan posisi kita dalam emerging market, jangan sampai karena governance yang kurang rapi, kita diturunkan ke status frontier market," ujarnya.

Menurut dia, pasar saham yang sehat tidak hanya ditopang oleh kinerja indeks, tetapi oleh kualitas tata kelola dan kepercayaan investor.

"Pasar saham yang baik adalah pasar yang transparan, kredibel, dan memberikan perlindungan yang kuat bagi investor, khususnya investor minoritas. Kepercayaan jangka panjang dibangun dari governance yang baik, keterbukaan informasi, serta perlakuan yang adil bagi seluruh pelaku pasar," jelasnya.

Semua investor, baik lokal ataupun asing harus merasakan keadilan dalam pasar saham.

Terkait penerapan trading halt oleh BEI, Fakhrul menilai langkah tersebut sudah tepat untuk meredam kepanikan pasar.

"Mekanisme trading halt merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan mencegah reaksi berlebihan di tengah pergerakan ekstrem. Ini memberi ruang bagi pasar untuk mencerna informasi secara lebih rasional," katanya.

Fakhrul memandang sentimen negatif jangka pendek masih akan ada, sementara harga saham-saham blue chip terutama sektor perbankan sudah terlalu murah, dan bisa menjadi entry poin yang baik untuk investasi.

Dirinya menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara bursa dan otoritas terkait.

"Ke depan, fokus tidak hanya pada stabilisasi jangka pendek, tetapi juga pada penguatan struktur pasar, peningkatan transparansi, serta perlindungan investor agar pasar saham Indonesia semakin kredibel dan berdaya saing di tingkat global," tuturnya.

Menimbang situasi tersebut, Fakhrul memproyeksikan tekanan IHSG secara terbatas masih akan berlanjut pada perdagangan Kamis besok (29/1).

"Dibutuhkan statement dari bursa terkait recovery pasar. Di level 8.200, saham-saham blue chip seperti perbankan sudah harus di pertimbangkan untuk dibeli," tambahnya.

Sebelumnya, pada Selasa (27/1), waktu setempat atau Rabu (28/1), waktu Indonesia, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks saham.

Pembekuan tersebut mencakup kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes, serta perpindahan saham dari segmen small cap ke standard.

MSCI menjelaskan bahwa langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko investability dan memberi ruang bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan penguatan pada aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama transparansi struktur kepemilikan saham.

Pada Rabu (28/1) pagi, IHSG dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Data penutupan perdagangan sesi I pada hari ini, IHSG ditutup melemah 659,01 poin atau 7,34 persen ke posisi 8.321.

Selanjutnya pada perdagangan sesi II, Rabu, pukul 13.43 WIB, di Jakarta, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.