Daya Saing Mayoritas UMKM Masih Lemah, Pengamat: Pemerintah Harus Intervensi!

Rabu, 28 Jan 2026, 07:45 WIB

JAKARTA-Pemerintah perlu meningkatkan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebab, tak dipungkiri daya saing mayoritas UMKM kita masih lemah sehingga butuh intervensi negara.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, tantangan terbesar adalah meningkatkan skala usaha dari usaha mikro ke usaha kecil dan menengah apalagi besar.

Ket. Foto: Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang/Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti — Sumber: Antara

 Sebagai gambaran papar dia, untuk UMKM non pertanian dan perikanan dari total 30.178.617 UMKM sekitar 99,7 persen skala usahanya masih skala mikro, sementara sisanya usaha kecil (0,24%) dan usaha menengah (0,05%). Ini menggambarkan daya saing UMKM masih lemah.

"Jika ini bisa ditingkatkan maka UMKM tidak hanya berkontribusi pada penyerapan kerja tetapi juga berkontribusi ke penerimaan pajak,"ucap Direktur Eksekutif Indef itu pada Koran Jakarta, Rabu (28/1).

Tantangan kedua lanjut dia adalah mengintegrasikan UMKM dengan rantai pasok global. UMKM bisa supply ke industri manufaktur baik domestik maupun global. "UMKM bukan warung warung makanan kecil tetapi lebih dari itu,"papar Esther

Tantangan ketiga, UMKM bisa menjadi global player bukan hanya UMKM makers. "Seharusnya arah strategi-nya ke arah sana,"tandas dia

Esther menyarankan sejumlah strategi seperti meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM, lalu upgrade skill dengan memperkuat pengembangan dan meningkatkan sumber daya manusia UMKM.

Kemudian, membangun inkubator dan mendorong pengembangan UMKM lokal, membangun pusat layanan UMKM atau meja layanan UMKM serta meningkatkan internasionalisasi UMKM dan kemampuan pemasaran UMKM.

Pemerintah menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai motor utama pemerataan ekonomi masyarakat.

UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian hingga ke tingkat lokal.

Berkat kolaborasi

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari kontribusi UMKM. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Jadi jelas bapak-ibu ini (UMKM) adalah penunjang perekonomian nasional, dan Anda-Anda ini adalah pahlawan ekonomi nasional. Indonesia ekonominya resilience karena adanya bapak-ibu yang ada di ruangan ini,” kata Airlangga dalam Pesta Retail 2026 Sampoerna Retail Community (SRC).

Dalam kesempatan itu, Airlangga mengapresiasi PT HM Sampoerna Tbk yang konsisten selama 18 tahun membangun ekosistem pemberdayaan UMKM melalui SRC. Dengan jumlah mitra mencapai sekitar 250 ribu toko, SRC disebut sebagai ekosistem berkelanjutan karena kepemilikan usaha sepenuhnya berada di tangan pelaku UMKM, bukan konglomerasi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.