Normalisasi Kali Cakung Lama Tuntas Tahun Depan, Atasi Banjir Jakarta Utara

Selasa, 27 Jan 2026, 14:00 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung meninjau pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah di Jalan Lestari VII, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program normalisasi sungai yang digenjot Pemprov DKI Jakarta untuk menekan risiko banjir di wilayah utara ibu kota.

Pramono menyebut pengerukan dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan akan berlanjut hingga seluruh segmen Kali Cakung Lama tertangani. Pemerintah menargetkan normalisasi sungai ini rampung sepenuhnya pada akhir 2027 agar dampaknya bisa dirasakan secara maksimal oleh warga.

Ket. Foto: Normalisasi telah berjalan bertahap sejak Oktober 2024 dengan target total sedimentasi yang dikeruk mencapai sekitar 45.000 meter kubik. Hingga akhir Januari 2026, progres pengerukan sudah menyentuh angka kurang lebih 13.000 meter kubik. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Hari ini saya meninjau langsung pengerukan yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) di Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara. Kami akan melanjutkan normalisasi Kali Cakung Lama ini dan mudah-mudahan dapat selesai hingga akhir tahun 2027," kata Pramono.

Pengerukan dilakukan untuk mengurangi endapan sedimentasi yang selama ini mempersempit daya tampung air sungai. Kali Cakung Lama Rawa Indah memiliki panjang sekitar 8,5 kilometer yang terbagi ke dalam 17 segmen pekerjaan.

Normalisasi telah berjalan bertahap sejak Oktober 2024 dengan target total sedimentasi yang dikeruk mencapai sekitar 45.000 meter kubik. Hingga akhir Januari 2026, progres pengerukan sudah menyentuh angka kurang lebih 13.000 meter kubik atau hampir sepertiga dari target keseluruhan.

Dalam pelaksanaannya, pengerukan melibatkan lima unit alat berat serta lima unit dump truck dengan kapasitas angkut masing-masing lima meter kubik. Pekerjaan dilakukan rutin untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama saat intensitas hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem meningkat.

Pramono menegaskan normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah masuk daftar prioritas Pemprov DKI Jakarta karena efeknya langsung terasa di banyak wilayah rawan banjir. Sejumlah kawasan seperti Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Sukapura, hingga Semper Barat disebut akan merasakan manfaat signifikan jika proyek ini tuntas.

"Saya memutuskan pengerjaan ini tidak boleh dilakukan sepotong-sepotong. Harus diselesaikan hingga tuntas, karena jika selesai, dampaknya akan sangat besar bagi wilayah yang selama ini terdampak banjir," ujarnya.

Selain pengerukan, Pemprov DKI Jakarta juga menyoroti persoalan bottleneck atau penyempitan aliran di bagian hilir sungai, termasuk di Sungai Begog. Penyempitan tersebut akan diatasi dengan pelebaran saluran hingga sekitar 15 meter agar aliran air menuju muara lebih lancar.

Upaya pelebaran ini akan dibarengi pembangunan jalan inspeksi untuk mendukung pengawasan dan perawatan sungai. Jika dibutuhkan, pembebasan lahan juga akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Lebih baik muara sungai dibuat lebih lebar agar aliran air tidak terhambat. Jika harus ada pembebasan lahan, tentu akan dilakukan sesuai ketentuan," terangnya.

Pramono menambahkan bahwa normalisasi sungai merupakan solusi jangka menengah yang terus dikombinasikan dengan langkah jangka pendek seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk penyelesaian proyek Giant Sea Wall dan NCICD.

OMC sendiri telah diperpanjang hingga 27 Januari dan masih berpotensi dilanjutkan sampai 1 Februari 2026 sesuai prediksi cuaca dari BMKG. Bersama DPRD DKI Jakarta, Pemprov telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan OMC selama satu bulan penuh.

"Saya sudah memperpanjang OMC sampai dengan 27 Januari per hari ini. Jadi, jika masih diperlukan, kami akan kembali melakukan OMC," ujar Pramono.

Ia menekankan bahwa penanganan banjir Jakarta tidak bisa mengandalkan satu solusi saja. Menurutnya, strategi jangka pendek, menengah, dan panjang harus berjalan barengan agar dampak hujan ekstrem tidak kembali memicu banjir besar di wilayah padat penduduk.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.