Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Protes Tiongkok atas Meningkatnya Perang Retorika Terkait LTS

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Protes Tiongkok atas Meningkatnya Perang Retorika Terkait LTS Doc: AFP/Philippine Coast Guard 
Ket. Sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok (kanan) sedang mengarahkan meriam air ke kapal Biro perikanan Filipina di perairan dekat Pulau Thitu di kawasan sengketa LTS pada Oktober lalu. Pada Senin (26/1) Kementerian Luar Negeri Filipina menyatakan keprihatinan atas meningkatnya perang retorika antara kedua negara terkait sengketa LTS.

MANILA - Kementerian Luar Negeri Filipina pada Senin (26/1) mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan protes tegas kepada Kedutaan Besar Tiongkok dan duta besarnya di Manila terkait apa yang mereka sebut sebagai eskalasi perang retorika antara mereka dan pejabat Filipina mengenai sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Kedutaan Besar Tiongkok dan para pejabat di Manila telah meningkatkan retorika mereka dalam beberapa pekan terakhir, dengan pihak kedutaan mengkritik juru bicara Penjaga Pantai Filipina dan para anggota parlemennya.

Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, pekan lalu mengatakan bahwa perbedaan antar negara paling baik ditangani melalui diplomasi, bukan melalui pertukaran retorika publik.

Pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar hingga berita ini ditulis pada Senin malam.

Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan pada Senin mengatakan bahwa mereka mendukung pernyataan para pejabat Filipina, dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut merupakan bagian dari mandat mereka untuk menegakkan kedaulatan dan hak kedaulatan negara.

Pada saat yang sama, kementerian itu menyerukan terjadinya pertukaran informasi yang tenang, profesional, dan penuh hormat di ranah publik.

“Kementerian kami meyakini bahwa kehati-hatian dalam bahasa dan tindakan diperlukan agar pertukaran tersebut tidak secara tidak perlu mengganggu ruang diplomatik yang dibutuhkan untuk mengelola ketegangan di ranah maritim," kata Kementerian Luar Negeri Filipina.

Dalam beberapa tahun terakhir, Manila dan Beijing telah terlibat dalam serangkaian konfrontasi maritim sengit, dengan Filipina menuduh Tiongkok melakukan tindakan agresif berulang kali di dalam zona ekonomi eksklusifnya, termasuk manuver berbahaya, penggunaan meriam air, dan melakukan gangguan terhadap misi pengiriman pasokan.

Memanas

Perang retorika memanas setelah pekan lalu pihak Kedutaan Besar Tiongkok mengatakan bahwa seorang senator Filipina yaitu Risa Hontiveros sedang melakukan sandiwara politik. Senator Hontiveros dalam pidatonya beberapa waktu lalu mengatakan bahwa para diplomat Tiongkok telah melanggar Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik ketika mereka secara terbuka mengecam dan mencoba untuk membatasi pandangan dan kritik para pejabat Filipina di negara mereka sendiri. Hontiveros juga menyebut Kedutaan Besar Tiongkok sebagai tamu yang buruk di Filipina.

Sementara Kementerian Luar Negeri di Tiongkok  pekan lalu mengatakan telah memanggil Duta Besar Filipina, Jaime FlorCruz , untuk memprotes pernyataan juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, karena menurut mereka telah terus-menerus membesar-besarkan isu maritim, mencampuradukkan benar dan salah, memutarbalikkan fakta, memicu konfrontasi, menyesatkan opini publik, merusak kepentingan dan martabat nasional Tiongkok, serta berdampak pada saling percaya.

“Saya dengan tegas menolak pandangan Anda (Tarriela) yang bodoh dan arogan,” kata wakil juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok, Guo Wei.

Hingga saat ini Tiongkok terus menegaskan kedaulatan atas sebagian besar LTS, termasuk wilayah yang berada dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam.

Sementara Filipina dan Tiongkok memiliki klaim yang tumpang tindih di LTS, sebuah jalur perairan strategis yang diyakini kaya akan sumber daya alam, yang telah lama menjadi titik permasalahan dalam hubungan bilateral mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Menko PM Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menko PM Dorong Perumahan J...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.