BBP NTT Gunakan Lomba Cerita Anak untuk Jaga Bahasa Daerah
Selasa, 27 Jan 2026, 04:05 WIBKupang, NTT - Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) mendorong pelestarian serta pendokumentasian bahasa daerah melalui sayembara penulisan dan penerjemahan buku cerita anak dwibahasa 2026.
âSayembara tahun ini diselenggarakan untuk menghasilkan sebanyak 32 judul buku cerita anak berbahasa daerah di NTT yang akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,â kata Penerjemah Ahli Pertama Staf Teknis BBP NTT Aris Edo Riyandhika di Kupang, NTT, Senin (26/1).
Ia menjelaskan sayembara penulisan dan penerjemahan tersebut bertujuan menjaring naskah-naskah baru cerita bergambar sekaligus melestarikan bahasa daerah di Provinsi NTT.
âSebagaimana diketahui, di NTT lebih dominan budaya tutur sedangkan budaya tulisnya masih sangat kurang, dengan sayembara ini bahasa-bahasa daerah di Provinsi NTT dapat terdokumentasi melalui buku cerita bergambar jadi anak-anak dapat belajar sambil mengenal budayanya,â katanya.
Ia mengatakan pendaftaran sayembara tersebut dibuka pada 25 Januariâ21 Februari 2026, untuk kategori buku Jenjang A (pembaca dini) dan Jenjang C (pembaca semenjana).
Pada sayembara tahun ini, terdapat sembilan bahasa daerah prioritas untuk diterjemahkan, yakni bahasa Gaura (Sumba); Hamap, Kafoa, Kamang, Klamu, Kui, dan Sawila (Alor); Komodo (Flores); serta Lamatuka (Lembata).
Tercatat pada 2025, BBP NTT menerbitkan 43 buku cerita anak dalam 19 bahasa daerah, sedangkan pada 2024 menerbitkan 58 judul dalam 34 bahasa daerah.
BBP NTT mengajak seluruh masyarakat NTT khususnya para penulis lokal agar dapat mengikuti sayembara tahun 2026 dengan mengikuti informasi di akun Instagram @balaibahasaprovinsintt atau tautan pendaftaran https://bit.ly/DaftarSPCAD2026.
âBagi peserta yang naskahnya lolos akan mengikuti bimbingan teknis penulisan sekitar bulan Maret secara daring dengan pendampingan para mentor,â kata Edo.
Melalui kelas daring tersebut, ujar dia, para penulis akan mendapat pembekalan revisi dan kurasi dalam penulisan agar bisa menghasilkan naskah yang komplit dan bermutu sehingga anak-anak dapat memanfaatkannya.
âSeluruh prosesnya cukup panjang, sehingga diseminasi buku ditargetkan menjelang akhir tahun,â katanya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bukan di Cappadocia, Intip Tradisi Balon Udara Raksasa 20 Meter yang Hiasi Langit Garut Saat Lebaran
-
Wamen LH Ingatkan Risiko Limbah, MBG Harus Ramah Lingkungan
-
OJK Restui Merger BPR Bali-NTB, Era Baru Perbankan Daerah Dimulai
-
Pemprov Kepri Siapkan Bus Listrik Tanjungpinang Mulai 2027, Harga Rp400 Juta per Unit
-
Pejabat AS Ungkap Denuklirisasi Korut Jadi Prioritas Utama Pemerintahan Trump
-
Perkuat Ketahanan Pangan dan Air Indonesia Timur: Ini Progres Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang
-
Terungkap! Real Madrid Sempat Rayu Zidane Sebelum Pilih Arbeloa, Kenapa Ditolak?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.