Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menuju Wajib Halal 2026, BPJPH Satukan Langkah Bareng Kemlu–Kemendagri

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menuju Wajib Halal 2026, BPJPH Satukan Langkah Bareng Kemlu–Kemendagri Doc: ANTARA/ Harianto
Ket. Ilustrasi - Logo produk halal di salah satu pusat perbelanjaan.

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) makin intens memperkuat sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jelang penerapan kebijakan Wajib Halal 2026.

Kolaborasi ini difokuskan pada pembahasan teknis hingga sosialisasi agar aturan tersebut bisa dipahami secara utuh, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Lewat koordinasi lintas kementerian ini, pemerintah ingin memastikan implementasi Wajib Halal berjalan lebih rapi, minim hambatan, dan tidak membingungkan pelaku usaha.

"Koordinasi membahas sosialisasi Ketentuan Wajib Halal 2026 dan juga isu-isu teknis termasuk HS Code (Kode Sistem Harmonisasi Jenis Produk) yang wajib bersertifikat halal," kata Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH Abd Syakur dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/1).

Ia mengatakan upaya ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

"Koordinasi ini juga bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor, khususnya dalam pemetaan jenis produk makanan, minuman, obat, kosmetik, serta produk lainnya yang wajib bersertifikat halal," ujar Syakur.

"Selain itu, harmonisasi kode produk guna memastikan keseragaman pemahaman dan implementasi kebijakan di tingkat nasional maupun internasional," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan implementasi kewajiban sertifikasi halal, Syakur mengatakan penguatan kolaborasi dengan Kemlu menjadi sebuah keniscayaan.

"Terutama, dalam rangka sosialisasi kebijakan Wajib Halal melalui perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, baik kepada pemerintah negara sahabat, pelaku usaha, maupun lembaga halal asing," ujarnya.

Sementara, sinergi dengan Kemendagri diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam percepatan penyelenggaraan jaminan produk halal (JPH), sesuai dengan kewenangan dan peran masing-masing daerah.

"Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga ini, BPJPH berharap implementasi ketentuan Wajib Halal 2026 dapat berjalan efektif, terintegrasi, serta memberikan kepastian hukum dan perlindungan optimal bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mewujudkan ekosistem halal yang produktif dalam memperkuat perekonomian nasional," kata dia.

Kebijakan Wajib Halal 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.

Implementasi kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek kepastian hukum bagi masyarakat, tetapi juga menuntut kesiapan pelaku usaha, khususnya UMKM, dari sisi sertifikasi, biaya, dan pendampingan.

Karena itu, efektivitas Wajib Halal 2026 sangat bergantung pada konsistensi sosialisasi, koordinasi lintas kementerian, serta kemampuan negara memastikan kebijakan berjalan inklusif tanpa menghambat aktivitas ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.