Menhub Tinjau Rel Terdampak Banjir di Pekalongan

Kamis, 22 Jan 2026, 13:47 WIB

PEKALONGAN - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan–Sragi yang terdampak banjir. Kunjungan kerja ke lokasi tersebut dilakukan bersama jajarannya pada Rabu (21/1).

Intensitas curah hujan tinggi menyebabkan luapan air Sungai Bermi dan Sungai Meduri ke rel. Genangan air parah tersebut terjadi di sejumlah titik perjalanan khususnya di kilometer 88 dan 89.

Ket. Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) menerima penjelasan dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Pekalongan — Sumber: KAI

“Curah hujan yang terjadi saat ini memang relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, penanganannya tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga harus dipikirkan untuk jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi.

Penanganan masalah banjir ini memerlukan kerja sama komprehensif dari berbagai pihak terkait di lapangan. Upaya tersebut harus mencakup solusi jangka pendek serta strategi jangka panjang penanganan potensi banjir.

“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai. Untuk teknis detailnya akan disampaikan oleh Direksi KAI,” ucap dia.

Dampak genangan air di wilayah Pekalongan ini menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang dibatalkan. Pembatalan perjalanan kereta terjadi antara tanggal 16 hingga 19 Januari 2026 akibat kondisi tersebut.

“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin.

Petugas telah melakukan peninggian jalur rel kereta setinggi 23 sentimeter untuk mengatasi masalah genangan. KAI merencanakan peninggian maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter untuk penguatan prasarana.

“Pekerjaan perbaikan kami terus lakukan dan dipercepat. Saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85 persen, dengan tidak ada lagi pembatalan perjalanan. Sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan,” kata Bobby.

Pihak manajemen melakukan langkah pemulihan operasi secara cepat demi menjamin keandalan prasarana perkeretaapian nasional. KAI juga melakukan penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan tanah.

“KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan komitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keandalan layanan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.