Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Pemasok MBG pada 2026

Kamis, 22 Jan 2026, 03:06 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berharap lebih banyak lagi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi penyuplai bahan baku pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026.

“Diharapkan tahun ini kontribusi Koperasi Desa Merah Putih akan terus meningkat,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, kemarin.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Antara

Ia mengatakan pemasok bahan baku pangan untuk MBG per 20 Januari 2026 tercatat ada 61.857 pemasok,yang terdiri dari 7.098 koperasi, 806 BUMDes, 82 BUMDesma, 26.899 UMKM, 26.773 pemasok lain, dan 199 Koperasi Desa Merah Putih. Sementara tercatat kiniada 59,86 juta penerima manfaat Program MBG.

“Dari segi penerima manfaat makan bergizi ada sekitar 59,86 (juta orang) meliputi balita, PAUD, Raudhatul Athfal, sekolah, pesantren, sampai ke tenaga pendidik,” jelas Dadan Hindayana.

BGN menargetkan bisa meningkatkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada awal 2026, karena penerima manfaat MBG dari pondok pesantren dan sekolah keagamaan harus ­ditingkatkan.

“Kami masih harus berjuang untuk meningkatkan jumlah (penerima manfaat MBG dari) pondok pesantren dan sekolah keagamaan lain. Yang perlu segera dibangun SPPG di awal-awal tahun ini karena pondok pesantren baru mencakup 534.000 penerima manfaat, yang saya kira ini masih banyak potensi yang harus kita gali, karena juga tidak semua pesantren terdata di Kementerian Agama, sehingga kita harus melakukan pendataan secara rutin ke lapangan,” kata Dadan Hindayana.

Per Selasa (20/1), kata dia, tercatat ada sebanyak 21.102 SPPG yang menjangkau 59,86 juta penerima manfaat Program MBG dengan dana operasional harian mencapai 855 miliar rupiah.

Dari anggaran MBG, sebanyak 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku pangan, 20 persen membiayai operasional termasuk menggaji relawan, dan 10 persen untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung dalam Program MBG. Program MBG sendiri dimulai pada 6 Januari 2025 dengan diawali 190 SPPG di 26 provinsi di Indonesia.

Keterlibatan UMKM

Sementara itu, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat hingga 10 November 2025 sebanyak 18.614 UMKM terlibat sebagai penyuplai (supplier) dalam program MBG.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI yang ­membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, dan sarana publikasi, menyampaikan ­bahwa jumlah tersebut diproyeksikan menyerap hingga 2,25 juta tenaga kerja.

“Sekitar 2,25 juta tenaga kerja yaitu dengan potensi 450.000 UMKM supplier di 30.000 dapur MBG terlibat, rata-rata UMKM memperkerjakan 1 sampai 5 orang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga menyampaikan bahwa sepanjang 2025, realisasi kemitraan rantai pasok mencapai 283,7 miliar rupiah dengan melibatkan 3.060 UMKM. Kemitraan ini dijalankan bersama usaha besar, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM).

Selain itu, tercatat 14.084 wirausaha terhubung dalam ekosistem Entrepreneur Hub, sementara 7.980 wirausaha telah terafiliasi langsung dengan program tersebut. Ant/S-2

  • program mbg

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.