• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Invasi Viking, Jejak Nordi...

Invasi Viking, Jejak Nordik di Tanah Britania

Kamis, 22 Jan 2026, 06:48 WIB

BANGSA Viking merupakan kelompok masyarakat yang berasal dari wilayah Skandinavia yang beriklim dingin. Mereka juga dikenal dengan sebutan Norsemen atau Northmen. Salah satu wilayah yang paling sering menjadi sasaran ekspansi dan invasi mereka adalah Inggris, yang pada masa itu memiliki pertahanan relatif lemah.

Dalam catatan sejarah, bangsa Viking adalah para pejuang sekaligus pelaut ulung dari Skandinavia yang hidup pada periode abad ke-8 hingga abad ke-11. Mereka kerap meninggalkan tanah asalnya untuk menjelajahi wilayah baru demi memperoleh kekayaan, lahan, serta peluang hidup yang lebih baik.

Ket. Foto: Desa Anglo Saxon West Stow. — Sumber: Foto : Wikimedia Commons

Bangsa penjelajah ini berasal dari kawasan utara Eropa, tepatnya Skandinavia. Mereka melakukan penyerangan maupun migrasi karena melihat potensi perdagangan, peternakan, serta kesempatan menetap di wilayah baru yang dinilai lebih subur dan menjanjikan. Inggris dianggap cocok untuk pertanian dan peternakan, serta dapat menunjang kelangsungan hidup mereka.

Mengutip laman Scandification, bangsa Viking menempuh perjalanan jarak jauh menggunakan perahu panjang (longship) untuk berdagang. Barang-barang seperti sutra, perak, anggur, rempah-rempah, kaca, tembikar, dan perhiasan dibawa kembali ke desa asal mereka di Skandinavia.

Meski sering digambarkan sebagai bangsa yang kejam, citra Viking sejatinya bersifat kontras. Di satu sisi, mereka dikenal sebagai penyerang yang datang ke pesisir wilayah baru, berperang dengan penduduk setempat, menjarah, serta membakar bangunan hingga rata dengan tanah. Namun di sisi lain, mereka juga dikenal sebagai pemukim damai yang memiliki keterampilan tinggi dalam kerajinan tangan, pembuatan kapal, pengerjaan logam, dan ukiran kayu.

Dari berbagai ekspedisi dan invasi yang mereka lakukan, serangan ke Inggris menjadi yang paling terkenal. Armada perahu yang dipenuhi prajurit Viking berlayar melintasi lautan untuk mencari, menyerang, dan menduduki wilayah baru. Penyerangan dilakukan untuk memperbudak penduduk, mencuri emas, serta menjarah barang berharga yang kemudian dijual kembali guna memenuhi kebutuhan mereka. Bagi bangsa Viking, penyerbuan juga menjadi sarana menunjukkan keberanian dan loyalitas terhadap klan.

Periode serangan dan pemukiman bangsa Nordik di Inggris dikenal sebagai Zaman Viking. Masa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Inggris karena memberikan pengaruh besar terhadap hukum, budaya, dan bahasa yang berkembang kemudian.

Invasi Viking ke Inggris secara simbolis sering dikaitkan dengan peristiwa penyerangan biara Lindisfarne pada Juni 793 M. Saat itu, tiga kapal Viking berlabuh di pulau kecil di lepas pantai timur laut Inggris. Begitu mendarat, mereka langsung menyerbu dan membunuh para penghuni biara, sebuah peristiwa yang mengguncang dunia Kristen Eropa.

Situasi tersebut dimanfaatkan oleh bangsa Viking, khususnya dari Norwegia, untuk melancarkan serangkaian invasi. Dari konflik dan penyerangan inilah mereka akhirnya berhasil merebut serta menguasai sejumlah wilayah di Inggris. hay

  • Tanah Britania

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.