- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Kenakan Tarif 50 Persen...
AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan
Minggu, 23 Agu 2026, 04:27 WIBOTTAWA - Amerika Serikat memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar 20 miliar dolar AS setelah perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Dari Al Jazeera, tarif tersebut mulai berlaku setelah tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berakhir pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 00.01 waktu bagian Timur AS atau 04.01 GMT.
Sekitar 5 persen ekspor Kanada ke Amerika Serikat akan terdampak kebijakan baru tersebut. Produk yang terkena tarif antara lain elektronik, mesin industri, serta produk susu. Kebijakan itu menambah tarif yang sebelumnya telah diberlakukan Washington terhadap sejumlah produk Kanada, termasuk baja, kayu, dan mobil.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan Ottawa akan memberlakukan tarif balasan dengan nilai yang setara.
"Dalam beberapa minggu terakhir, kami telah membuat kemajuan penting dalam meningkatkan posisi Kanada sebagai negara dengan kesepakatan terbaik di dunia dengan AS. Namun, kemajuan itu belum cukup untuk memenuhi tujuan kami bagi warga Kanada," kata Carney.
Carney mengatakan pemerintah Kanada juga menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu pekerja dan perusahaan yang terdampak perang dagang.
Tarif balasan Kanada akan menyasar sejumlah produk Amerika Serikat, termasuk baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, kertas, dan barang elektronik.
Dalam pidatonya pada Sabtu, Carney mengatakan perubahan tuntutan dari pihak Amerika Serikat pada tahap akhir perundingan membuat delegasi Kanada memutuskan kembali ke Ottawa.
"Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat mengusulkan persyaratan baru yang tidak ekonomis, tidak adil, dan merusak manfaat bersih bagi Kanada serta mempertanyakan keandalan kesepakatan apa pun," ujarnya.
"Singkatnya, mereka meminta terlalu banyak dan menawarkan terlalu sedikit."
Carney juga menuding Amerika Serikat berupaya membatasi kemampuan Kanada menjalin kesepakatan perdagangan dengan negara lain. Menurut dia, tuntutan tersebut menyangkut kedaulatan Kanada.
Dari Washington, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer justru menyalahkan Kanada atas kegagalan perundingan.
"Kanada menolak untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan berdasarkan ketentuan yang disepakati awal pekan ini," kata Greer.
Menurut Greer, Amerika Serikat telah menawarkan Kanada perlakuan yang lebih menguntungkan dibandingkan eksportir utama lainnya. Namun, tuntutan baru dari Ottawa disebut membuat kesepakatan yang sebelumnya hampir tercapai kembali menemui jalan buntu.
Perang tarif antara kedua negara telah berlangsung sejak awal masa jabatan kedua Trump. Pemerintah AS sebelumnya mengenakan tarif terhadap sejumlah produk Kanada, yang kemudian dibalas Ottawa dengan tarif terhadap barang-barang Amerika.
Trump kembali mengumumkan rencana tarif baru pada Juli 2026 setelah menuduh Kanada menerapkan perlakuan diskriminatif terhadap produk Amerika.
Sehari sebelum tenggat berakhir, Trump masih mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan dengan Kanada kemungkinan dapat tercapai. Namun, perundingan tiga hari di Washington akhirnya berakhir tanpa kesepakatan.
Ekonom memperingatkan tarif 50 persen dapat memberikan tekanan besar kepada perusahaan Kanada yang bergantung pada pasar Amerika Serikat.
Julian Karaguesian, dosen sekaligus pakar perdagangan Universitas McGill, mengatakan tarif tersebut berpotensi membuat ratusan produk Kanada sulit bersaing di pasar AS.
"Tarif sebesar 50 persen secara efektif akan membuat ratusan barang Kanada tidak mampu memasuki pasar AS," kata Karaguesian.
Dampaknya juga berpotensi dirasakan konsumen Amerika Serikat. Kenaikan tarif impor dapat meningkatkan biaya barang yang masuk dari Kanada dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga di pasar AS.
Kegagalan perundingan juga mendapat kritik dari Partai Demokrat. Gubernur California Gavin Newsom menilai kebijakan Trump dapat memperburuk hubungan Amerika Serikat dengan salah satu sekutu dan mitra dagang terdekatnya.
"Sekutu terdekat kami. Mitra dagang penting kami," tulis Newsom di media sosial. "Dan Trump mengenakan tarif 50 persen pada Kanada. Apa yang sedang kita lakukan?"
Dengan tarif baru tersebut, hubungan perdagangan Washington-Ottawa kembali memasuki ketegangan setelah kedua negara sebelumnya berulang kali berupaya mencapai kesepakatan untuk meredakan perang dagang.
- Tarif Perdagangan
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.