Pendampingan bagi Pelajar di Tenda Pengungsian Aceh
Rabu, 21 Jan 2026, 23:04 WIBBanda Aceh - Relawan Pendidikan Sekolah Sukma Bangsa (SSB) bersama Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pendampingan pembelajaran bagi pelajar terdampak bencana di tenda pengungsian di sejumlah wilayah Aceh.
"Para relawan saat ini beraktivitas langsung di lokasi pengungsian dan sekolah darurat yang melaksanakan proses belajar mengajar di tenda," kata Koordinator Relawan, Victor Yasadana alias Tongky dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu.
Tongky mengatakan, tim relawan berkegiatan di berbagai titik, di antaranya di Kabupaten Aceh Tengah, SD Negeri 10 Ketol, pembelajaran berlangsung di tenda darurat.
Kemudian, SMP Negeri 9 Bintang di Kecamatan Bintang, SD Negeri 11 Linge di Pantan Nangka, Kecamatan Linge, serta SMP Negeri 22 Lut Tawar di Takengon.
"Relawan pendidikan juga bergerak di wilayah lain, seperti Langkahan Kabupaten Aceh Utara, serta Aceh Tamiang. Ini untuk memastikan kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung pascabencana," ujarnya.
Dalam waktu dekat, kata dia, sekitar 60 relawan baru juga telah dijadwalkan mengikuti pelatihan di SSBÂ Pidie pada 28â30 Januari 2026. Sehingga mereka lebih siap ketika diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk rencana penempatan di Kabupaten Gayo Lues.
Seiring kondisi mulai membaik, terutama sekolah yang bangunannya tidak mengalami kerusakan berat, telah berangsur kembali melaksanakan pembelajaran secara normal.
Namun, pihak relawan berharap adanya dukungan informasi dari pemerintah daerah mengenai sekolah yang masih belajar di tenda atau di lokasi pengungsian, setidaknya hingga menjelang Ramadhan 2026.
"Informasi tersebut dibutuhkan untuk melakukan asesmen awal penempatan relawan lanjutan, khususnya di wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang," kata Tongky.
Terkait pembelajaran pascabencana, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin menegaskan bahwa proses belajar mengajar harus tetap berlangsung meskipun berada dalam situasi darurat bencana.
Menurut dia, rasa optimisme yang terus ditumbuhkan kepada siswa akan berdampak besar terhadap semangat belajar mereka. âOptimisme ini penting agar anak-anak tetap memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik ke depan,â katanya.
Murthala mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah terdampak bencana.
âDengan kolaborasi seperti ini, kami merasa sangat terbantu. Ini menjadi alasan kuat agar dunia pendidikan Aceh dapat lebih cepat keluar dari masa darurat bencana seperti yang sedang kita hadapi,â demikian Murthalamuddin.
- pemulihan pascabencana
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Berharap Bantuan Alat Berat untuk Mempermudah Warga Gayo Lues Beraktivitas
-
Mempercepat Penyaluran Bantuan Pendidikan Pascabencana di Tapteng
-
Bantuan Alat Kebersihan ke Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
-
Siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang Kembali Belajar
-
Setelah Dua Bulan Padam Listrik di Pining Gayo Lues Kembali Menyala
-
Pemerintah Targetkan Rekonstruksi Daerah Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera dalam 100 Hari
-
Akselerasi BOSP Sangat Membantu Pemulihan Sekolah yang Terdampak Bencana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.