Pengawasan Hutan Dinilai Rapuh, DPR Nilai Jadi Pemicu Banjir Daerah

Selasa, 20 Jan 2026, 08:30 WIB

JAKARTA – DPR RI menyoroti lemahnya fungsi pengawasan di sektor kehutanan menjadi salah satu penyebab meningkatnya bencana banjir di berbagai daerah. Fungsi pengawasan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dianggap masih lemah, terutama dalam menghadapi pemanfaatan kawasan hutan oleh perkebunan dan pertambangan ilegal.

Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menegaskan persoalan banjir akibat kerusakan hutan seharusnya sudah bisa dicegah sejak lama. Dia mengaku Komisi IV berulang kali mengingatkan pemerintah pada periode sebelumnya, namun peringatan tersebut tidak direspons secara optimal.

Ket. Foto: Ilustrasi-Deforestasi atau kerusakan hutan. — Sumber: Antara.

“Kita sebenarnya terlambat bertindak. Saya sudah sering mengingatkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya akan semakin parah. Faktanya, banjir terus berulang dan meluas,” ujar Bambang dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan serta rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Holding dan Direktur Utama Perum Perhutani, di Jakarta, Senin (19/1).

Bambang menilai fungsi pengawasan Kemenhut masih lemah dalam menghadapi maraknya pemanfaatan kawasan hutan oleh perkebunan dan pertambangan ilegal. Padahal, teknologi pemantauan berbasis citra satelit dinilai sudah cukup maju untuk mendeteksi pelanggaran secara cepat dan akurat, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Dia menyoroti bahwa jutaan hektare hutan telah digunakan secara ilegal, dan penambahan personel tanpa dukungan teknologi dinilai tidak akan efektif. Selain itu, praktik pengelolaan lahan yang tidak ramah lingkungan, baik pada perhutanan sosial maupun hutan tanaman industry, turut memperparah degradasi lahan dan meningkatkan risiko banjir, terutama akibat pembukaan lahan di wilayah lereng tanpa teknik konservasi.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyampaikan bahwa Kemenhut terus memperkuat penegakan hukum bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), termasuk dalam upaya penguasaan kembali kawasan hutan yang dirambah kebun sawit dan pertambangan ilegal.

Dia menjelaskan Kemenhut telah melakukan evaluasi terhadap Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan mencabut 40 izin yang berkinerja buruk dengan total luas mencapai 1,5 juta hektare di berbagai wilayah Indonesia. “Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah melakukan audit terhadap 24 PBPH di tiga provinsi terdampak banjir, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh,” ujarnya.

Penambahan Polhut

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengusulkan penambahan personel polisi hutan (polhut) untuk memperkuat pengamanan kawasan hutan di Indonesia. Ia menilai jumlah polhut saat ini belum sebanding dengan luas hutan yang harus diawasi, mengingat Indonesia baru memiliki sekitar 4.800 personel.

Menhut mengusulkan rasio ideal satu polisi hutan untuk setiap 5.000 hektare kawasan hutan, sehingga dibutuhkan sekitar 25.000 personel secara nasional. Artinya, diperlukan penambahan sekitar 21.000 polisi hutan baru. Penambahan personel dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan dan mencegah pembalakan liar, dengan mempertimbangkan luas kawasan hutan, tingkat kerawanan, serta tekanan penduduk di sekitar wilayah hutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.