Ada yang Tahu Apa Itu Sabuk Hijau Khatulistiwa, Terutama Warga Pontianak
Selasa, 20 Jan 2026, 02:12 WIBPONTIANAK â Apakah Anda pernah mendengar istilah âSabuk Hijau Khatulistiwa?â Ini adalah program Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Dia menyatakan dukungannya terhadap inisiatif strategis "Sabuk Hijau Khatulistiwa" yang menjadi program reklamasi lahan yang mengintegrasikan pemulihan lingkungan dengan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas lokal.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung gagasan ini. Ke depan akan kita tindak lanjuti bersama dengan menyinkronkan langkah-langkah agar program dapat segera diwujudkan," kata Ria Norsan. Dia mengatakan ini saat menerima audiensi Ketua Lembaga Investasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (Li-Bapan) Stefanus Febyan Babaro beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Senin.
Menurut Norsan, gagasan yang ditawarkan Li-Bapan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah Kalimantan Barat yang menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai prioritas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, Pemprov Kalbar terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak sepanjang program yang ditawarkan memiliki dampak nyata bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua Li-Bapan Stefanus Febyan Babaro menjelaskan bahwa program âSabuk Hijau Khatulistiwaâ dirancang sebagai model reklamasi lahan terpadu yang tidak hanya memulihkan kawasan terdegradasi, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Program ini menitikberatkan pada penanaman dua jenis pohon utama, yakni aren Smulen ST-1 dan pohon beringin, yang masing-masing memiliki fungsi ekonomi dan ekologis.
"Pohon aren kami pilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat. Komoditas ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri ESDM, dalam pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan," kata Febyan.
Menurut dia, pengembangan aren berpotensi mendorong lahirnya sentra-sentra ekonomi baru di pedesaan, mulai dari produksi gula aren, etanol, hingga produk turunan lainnya yang bernilai tambah.
Adapun penanaman pohon beringin difokuskan untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan reklamasi, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menjamin keberlanjutan jangka panjang.
"Melalui kombinasi fungsi ekonomi dan ekologi ini, kami berharap program ini tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat," katanya.
Sebagai tindak lanjut audiensi tersebut, Li-Bapan akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna merumuskan detail teknis pelaksanaan, termasuk penentuan lokasi prioritas dan skema pelibatan masyarakat.
Program âSabuk Hijau Khatulistiwaâ diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga nonpemerintah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui pendekatan pembangunan hijau yang berbasis potensi sumber daya lokal.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Sejarah dan Lokasi Makam Imogiri, Tempat Dimakamkannya Raja Solo Paku Buwono XIII
-
Krisis Kiper Timnas, Penjaga Gawang Berikut Setinggi 191 CM Cocok Hadapi Pemain-pemain Tinggi Arab dan Irak
-
Romero Gantikan Son sebagai Kapten Baru Tottenham
-
Perjalanan Mudik yang Aman dan Nyaman di Bengkulu
-
Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bekasi Lanjutkan Pembangunan Sasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah
-
Misteri Kematian Diplomat Kemlu Mulai Babak Baru, Pengacara Bantah Arya Daru Miliki Keinginan Bunuh Diri pada 2013
-
Ratusan UMKM di Pontianak Dapatkan Pendampingan dari Program Kota Masa Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.